Magetan

Permak Luar-Dalam Objek Wisata Sarangan

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Sarangan tak boleh begitu-begitu saja. Dinas pariwisata dan kebudayaan (disparbud) sudah duduk bersama badan perencanaan pembangunan daerah, penelitian, dan pengembangan (bappeda litbang) guna membahas pengembangan ke depan.

Anggaran Rp 350 miliar bakal dialokasikan. Perinciannya, Rp 150 miliar untuk pembangunan hotel berbintang di Ngerong dan kereta gantung (cable car). Duit sisanya untuk menata pedestrian mulai loket masuk sampai telaga. ‘’Sebenarnya anggarannya masih kurang karena sesuai masterplannya butuh Rp 423 miliar,’’ kata Kepala Disparbud Magetan Joko Trihono, Minggu (13/6).

Kini pemkab masih menjajaki penawaran kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU). Sistem kerja sama itu untuk meringankan pembiayaan pembangunan di objek wisata unggulan tersebut. Jika mengandalkan APBD, diperkirakan hanya sanggup meng-cover 2,5 persen dari total pembiayaan sesuai masterplan. ‘’Untuk pedestriannya, mungkin masih bisa meminta bantuan pusat,’’ ujarnya.

Penataan pedagang kaki lima (PKL) dimungkinkan tak bisa dikerjakan sekalian. Karena memerlukan dana hingga Rp 625 juta. ‘’Seluruh daftar di masterplan itu sebenarnya vital. Tapi kita perlu mempertimbangkan mana yang harus didahulukan,’’ tuturnya.

Hotel di Sarangan nantinya distandarkan bintang lima yang dilengkapi convention hall. Pembangunan teras Sarangan, yakni berupa hotel bintang lima yang terdapat convention hall di dalamnya, jadi prioritas. Jika ingin mengundang investor memang harus mempercantik tampilan luar dan dalam. ‘’Karena ini skemanya KPBU, pastinya bakal dikenakan tarif tertentu nantinya,’’ ungkapnya.

Khusus cable car, kemungkinan panjangnya sampai 1.000 meter. Mulai dibangun di sebelah utara Telaga Sarangan hingga memanjang sampai Telaga Wahyu. Di bawahnya juga terdapat fasilitas penunjang. ‘’Tentunya disesuaikan dengan aturan angkutan untuk wisata,’’ pungkasnya. (fat/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button