Ngawi

Perkara Rasuah Pengadaan Lahan SMPN 1 Mantingan Belum Inkrah

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Nasib pembelajaran tatap muka (PTM) SMPN 1 Mantingan, Ngawi, yang rencananya digelar Juli nanti terkatung-katung. Bulan itu merupakan jatuh tempo terakhir peminjaman lahan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) yang di atasnya berdiri bangunan sekolah tersebut.

Deadline di depan mata membuat dinas pendidikan (dindik) harus melobi lembaga itu. Tempo peminjaman lahan diperpanjang hingga waktu belum ditentukan. Menyusul lahan seluas 9.894 meter persegi bakal SMPN 1 Mantingan baru masih menjadi barang bukti (BB) kasus korupsi.

Nyaris setahun, perkara mark-up dana Rp 1,1 miliar yang diotaki Hadi Suharto, mantan sekretaris dindik, dan Suprianto, makelar tanah, itu tak kunjung inkrah. Keduanya ditahan Satreskrim Polres Ngawi pada Juli 2020. ‘’Kami upayakan PTM nanti masih memanfaatkan bangunan lama,’’ kata Kepala Dindik Ngawi Muhammad Taufiq Agus Susanto, Rabu (2/6).

Taufiq bakal mengajak kepala SMPN 1 Mantingan menemui pihak PMDG pekan depan. Lobi itu menjadi satu-satunya upaya agar pembelajaran di SMPN 1 Mantingan tidak macet. ‘’Walau dengan kondisi bangunan seadanya karena ada beberapa kerusakan bangunan yang tidak bisa direnovasi,’’ ujarnya. (sae/cor/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button