Mejayan

Perkara Pungli TPP Guru Agama Lima Tahun Lalu, Oknum ASN Kemenag Dipenjara

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Suprapto dan Muhammad Samsul berbeda nasib. Kendati keduanya diduga kongkalikong melakukan pungutan liar (pungli) tunjangan profesi pendidik (TPP) guru agama di lingkup Kemenag Kabupaten Madiun 2015. Suprapto, terpidana perkara korupsi, itu dijebloskan penjara Selasa (3/12).

Oknum aparatur sipil negara (ASN) Kemenag Kabupaten Madiun itu dieksekusi. Setelah kejaksaan negeri (kejari) setempat menerima salinan putusan kasasi dari Mahkamah Agung (MA). Sedangkan salinan putusan Samsul yang masih berstatus tahanan kota belum turun. ‘’Yang kami terima dari Pengadilan Tipikor Surabaya hanya putusan kasasi terpidana Suprapto,’’ kata Kajari Kabupaten Madiun Dzakiyul Fikri.

Sekadar mengingatkan, praktik rasuah Suprapto dan Samsul terungkap lewat operasi tangkap tangan (OTT) Polres Madiun Februari 2015 lalu. Barang bukti (BB) yang diamankan uang tunai Rp 161 juta. Duit itu hasil pungli dari 254 guru atas pencairan TPP 2013 dan 2014. Keduanya dijerat pasal 11 Undang-Undang (UU) 20/2001 tentang Pemberantasan Tipikor. ‘’Suap karena jabatan,’’ sebut Fikri.

Menurutnya, berkas perkara Samsul dan Suprapto berbeda. Sehingga, salinan keputusan inkracht atau berkekuatan hukum tetap dari MA turun tidak berbarengan. Pun amar putusan bisa jadi tidak sama. ‘’Kami tetap tunggu sambil coba konfirmasi ke pengadilan tipikor kapan kira-kira turunnya. Semoga tidak lama lagi,’’ harapnya.

Setelah diberi tahu putusan kasasinya turun, Suprapto datang sendiri ke kejari kemarin. Pemberkasan dilakukan sebelum digiring ke Lapas Kelas I Madiun. Sempat ada permintaan penangguhan dari terpidana, namun ditolak jaksa. Eksekusi harus dilakukan karena perkara telah inkracht. ‘’Kami beri pemahaman dan minta untuk ikhlas menjalani amar kasasi. Karena satu-satunya yang bisa dilakukan adalah menjalankannya,’’ terang Fikri.

MA menjatuhkan hukuman kepada Suprapto 1 tahun 6 bulan penjara, denda Rp 50 juta, dan subsider tiga bulan kurungan. Hasil dari upaya kasasi atas vonis 2 tahun penjara Pengadilan Tinggi Jawa Timur pada 2016. Setelah sebelumnya terpidana banding putusan 1 tahun 4 bulan Pengadilan Tipikor pada 2014. ‘’Tuntutan jaksa di persidangan tingkat pertama penjara dua tahun,’’ ungkap Fikri. (cor/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close