Madiun

Perkara Penambangan Ilegal WDR, Agus Dituntut Satu Tahun Penjara

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Sidang perkara Watu Dakon Resort (WDR) memasuki agenda tuntutan Selasa (15/9).  Terdakwa Agus Suyanto terancam satu tahun penjara plus  denda Rp 10 juta subsider kurungan lima bulan. ‘’Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penambangan tanpa izin,’’ kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bram Dhananjaya.

Terdakwa pengerukan tanah berkedok kolam pemancingan di Desa Banjarsari Wetan, Dagangan, itu dinilai melanggar pasal 158 UU 4/2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara (Minerba). ‘’Dasar (tuntutan) kami, fakta-fakta persidangan. Kemudian ada juga pedoman rencana tuntutan pidana dan memperhatikan kearifan lokal pidana setempat,’’ ungkapnya.

Pun mempertimbangkan poin memberatkan dan meringankan. Yang memberatkan, perbuatan terdakwa mengakibatkan kerusakan lingkungan. Sementara yang meringankan, terdakwa kooperatif. Yakni, berterus terang mengakui perbuatan sehingga melancarkan jalannya persidangan. ‘’(Terdakwa) juga belum pernah dihukum sebelumnya,’’ imbuh Bram.

Dalam sidang virtual dari tiga lokasi itu (PN, kejari, dan lapas), Agus Suyanto terlihat pasrah. Dalam pembelaan lisannya, terdakwa minta keringanan hukuman. Menurut Bram, itu  sah-sah saja dilakukan saat persidangan. ‘’Agenda selanjutnya putusan majelis hakim yang dijadwalkan pekan depan,’’ ujarnya.

Diberikatan sebelumnya, sejumlah saksi telah dihadirkan dalam tiga kali persidangan. Mulai aparat kepolisian, pekerja bawahan terdakwa, saksi ahli pertambangan, serta beberapa pemangku wilayah dan ASN Pemkab Madiun. Yakni, mantan kades dan camat setempat; petugas dinas pariwisata, pemuda, dan olahraga (disparpora); dinas penanaman modal pelayanan terpadu satu pintu (DPMPTSP); dinas lingkungan hidup (DLH); dan dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR). (den/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button