Madiun

Perjuangan Pasutri Merawat Tiga Anak Berkebutuhan Khusus

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Menjadi orang tua dari anak berkebutuhan khusus (ABK) tidaklah mudah. Pasangan suami istri (pasutri) Tiran, 55, dan Warsiani, 51, dikaruniai tiga anak yang semuanya memiliki keterbatasan.

Dwi Viviana, 17, dan Annisa Trihapsari, 13, merupakan tunagrahita. Sementara si bungsu Faizal Ardiansyah, 11, tunadaksa. Namun, pasutri asal Desa Sukolilo, Jiwan, Kabupaten Madiun, itu tetap berjiwa besar merawat buah hatinya. ‘’Karena anak adalah titipan Tuhan,’’ kata Warsiani Selasa (10/11).

Warsiani mengungkapkan, kerja otak Vivian dan Annisa terlambat dibandingkan anak lain yang seumuran. Seperti berbicara, berkomunikasi, dan bersosial. Sementara, Faizal terlambat dalam pertumbuhan fisiknya.

Bocah itu baru bisa jalan usia tujuh tahun. Seiring bertambahnya usia, kondisinya semakin membaik. ‘’Ketiga anak saya lahir prematur dalam usia kandungan kurang dari delapan bulan. Padahal, saya tidak punya gangguan kesehatan atau masalah lainnya,’’ ungkap Warsiani.

Bagi Vivian, Annisa, dan Faizal, kedua orang tuanya sudah pasti menjadi pahlawan. Tiran dan Warsiani tetap memperjuangkan masa depannya. Kendati kondisi ekonomi terbatas. Penghasilan dari kerja buruh tani dan cetak batu bata. ‘’Kondisi seperti ini bukan alasan bagi kami untuk menyerah,’’ tuturnya.

Warsiani bangun pukul 03.00 setiap harinya. Setelah menyiapkan segala kebutuhan keluarga, dia berangkat ke sawah bersama sang suami. Kadang kala merasa khawatir ketika anak-anaknya ditinggal. ‘’Dulu sering kepikiran. Tapi, sekarang sudah tidak karena mereka telah dewasa,’’ pungkasnya. (mg4/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button