AdvertorialMadiun

Peringati HPSN 2020, Mahasiswa KKN Unipma Gandeng Bank Sampah “Seventeen Mandiri” Kelurahan Munggut

MADIUN – Sampah menumpuk menjadi masalah. Namun bila dikelola dengan baik, sampah bisa menjadi barang berguna dan mendatangkan rupiah.

Hal itu bisa dilihat pada Pameran Produk Bank Sampah “Seventeen Mandiri” serta Minggu Sehat bersama KKN Unipma dan Puskesmas Wungu.

Pameran digelar di Sekretariat Bank Sampah “Seventeen Mandiri” Jalan Munggut Adi RT 17 RW 05, Kelurahan Munggut, Kabupaten Madiun, Minggu (23/2).

Bersamaan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh pada tanggal 21 Februari 2020, Brenda, Bagus, Cahaya, Ida, dan Melly yang tergabung dalam kelompok 5 KKN-T Bina Komunitas Universitas PGRI Madiun berkolaborasi dengan Bank Sampah “Seventeen Mandiri” menyampaikan pesan positif perihal kepedulian masyarakan terhadap lingkungan melalui acara pameran produk itu.

Pesan positif itu tidak hanya ditujukan kepada orang dewasa, namun juga anak-anak. Acara pameran dikemas dengan kegiatan jalan santai serta pemeriksaan kesehatan dan gigi gratis untuk para peserta.

Sampah yang biasanya dianggap remeh, kini dapat dijadikan barang yang mempunyai nilai ekonomis.

Pameran juga bertujuan mengedukasi masyarakat tentang pemanfaatan sampah yang dapat dimulai dengan mengurangi penggunaan plastik serta memilah dan memanfaatkan sampah.

Dalam acara tersebut, pengunjung bisa melihat aneka karya kerajinan dari hasil daur ulang sampah oleh tangan-tangan terampil para kader Bank Sampah “Seventeen Mandiri”.

Selain melihat, pengunjung juga dapat membeli beberapa produk dari daur ulang sampah seperti kompos, keranjang minuman gelas, tempat tisu, dan sebagainya.

‘’Terdapat beberapa tamu undangan dari bank sampah lain juga yang kami undang menyaksikan pameran dalam acara puncak dari kegiatan KKN kami. Kami ingin sampah yang selama ini identik dengan hal yang sia-sia ternyata dapat dijadikan barang untuk digunakan kembali, bahkan dijadikan ladang penghasilan. Kami juga ingin bank sampah “Seventeen Mandiri” lebih dikenal masyarakat luas berkat karya-karyanya, memiliki pasar tersendiri untuk menjual karyanya dan memohon perhatian dari Pemkab Madiun untuk memberikan bantuan berupa sekretariat mengingat selama ini rumah yang dijadikan sebagai sekretariat masih menyewa,” ucap salah seorang mahasiswa.

Dengan diselenggarakannya acara ini, masyarakat sekitar diharapkan bisa mengupayakan pengurangan sampah plastik yang sulit terurai. Selain itu, semakin sadar akan pentingnya lingkungan yang bersih dari sampah, karena timbunan sampah bisa mendatangkan masalah pencemaran lingkungan hingga masalah kesehatan. (ti10/isd/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close