AdvertorialKesehatanMadiun

Peringati Hari Dokter Nasional Ke-70 dengan Keprihatinan

”Satu Dokter Meninggal, Kehilangan Besar”

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Peringatan Hari Dokter Nasional Ke-70 dirayakan penuh keprihatinan. Menyusul 141 dokter di tanah air meninggal akibat Covid-19 per Selasa (27/10). Tidak terkecuali peringatan sederhana yang dilakukan RSUD Dolopo, Kabupaten Madiun.

Puluhan dokter rumah sakit pelat merah itu diberi siraman motivasi. ‘’Semoga bisa menambah spirit para dokter memberi pelayanan terbaik kepada pasien. Khususnya di masa pendemi Covid-19,’’ kata Direktur RSUD Dolopo dr Purnomo Hadi.

Sekitar 60 dokter hadir dalam peringatan sederhana kemarin. Kegiatan dihadiri Bupati Madiun Ahmad Dawami, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Madiun dr Tauhid Islamy SpOG, dan Dewan Pembina Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Madiun Muhammad Shodiq. ‘’Semoga teman-teman dokter diberi keselamatan,’’ tuturnya.

Tauhid mengatakan, hari dokter diperingati dengan rasa prihatin. Tidak sedikit dokter di tanah air gugur melawan korona. Pihaknya berupaya agar jumlahnya tidak bertambah. Salah satunya, dokter berusia lebih dari 60 tahun tidak boleh melayani pasien Covid-19.

Lalu, dokter usia 55-60 tahun diimbau mengurangi jam praktik. ‘’Dokter adalah capital asset. Kehilangan satu dokter itu kehilangan yang luar biasa besar,’’ ujarnya sembari menyebut dokter positif korona di kota dan Kabupaten Madiun 11 orang.

Kaji Mbing, sapaan bupati, mengimbau dokter di puskesmas dan rumah sakit menyosialisasikan protokol kesehatan ke warga. ‘’Sinergi itu yang akan menggugah kesadaran masyarakat bahwa penerapan 4M, memakai masker, menjaga jarak aman, menghindari kerumunan, dan mencuci tangan adalah kebutuhan wajib,’’ ucapnya. (fit/c1/cor/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close