Magetan

Periksa 10 Penyebar Berita Hoax, Seorang di Antaranya Dokter

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Siapa saja oknum penyebar berita palsu terkait meninggalnya pasien suspect Covid-19 asal Magetan yang dirawat di RSUD dr Soedono terungkap. Total ada 10 orang yang diduga menyebarkan kabar bohong tersebut. Salah satunya seorang dokter asal Parang.

Dari hasil pemeriksaan, seluruh oknum penyebar hoaks itu mayoritas tidak paham bahwa informasi yang mereka share di medsos maupun pesan WhatsApp tersebut ternyata tidak benar. ‘’Mereka meneruskan tanpa mengonfirmasi dulu kebenaran informasi itu,’’ kata Kasatreskrim Polres Magetan AKP Ryan Wira Raja Pratama Senin (16/3).

Kendati proses pemeriksaan sudah berjalan, tetapi Ryan enggan menyebutkan siapa saja identitas para oknum penyebar hoaks tersebut. Selain itu, mereka tidak ditahan. Dari sepuluh orang tersebut, empat di antaranya malah sudah melakukan klarifikasi dan meminta maaf kepada keluarga pasien suspect Covid-19 asal Magetan yang sekarang dirawat di RSUD dr Soedono, Madiun.

Permintaan maaf itu mereka sampaikan dalam sebuah video pendek dan kemudian disebarkan melalui situs resmi Humas Polres Magetan. Dari rekaman video itu, semua mengakui kesalahan mereka. ‘’Tapi tetap akan kami periksa lagi,’’ ujar Ryan.

Jika mereka terbukti secara sengaja menyebar berita hoaks, akan dikenai UU ITE. Ancaman hukumannya enam tahun penjara. ‘’Kami harap warga  yang lain bijak bermedsos,’’ pesannya.

Sementara, lanjut Ryan, pihak pertama yang menyebarkan informasi bohong itu masih terus didalami. Dia memprediksi proses ini bisa membutuhkan waktu lama. Karena tak mudah mengungkap kasus yang berkaitan dengan IT. ‘’Tapi tetap kami usahakan agar yang menyebar pertama bisa terdeteksi,’’ tegas Ryan. (fat/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button