Magetan

Perhutani Perketat Aturan Mendaki Puncak Lawu

Wajib Bawa Surat Sehat

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Aturan mendaki puncak Lawu diperketat. Selain aturan umum, secara khusus para calon pendaki wajib menunjukkan surat keterangan sehat dari dokter. ‘’Ini untuk mencegah para pendaki yang tidak jujur terkait riwayat penyakit yang pernah diderita,’’ kata Ketua Paguyuban Giri Lawu (PGL) Miko Wicaksono Minggu (30/8).

Kebijakan ini diambil berdasarkan kesepakatan PGL dan Perhutani selaku pemangku wilayah Gunung Lawu. Surat keterangan sehat, tidak hanya negatif Covid-19, tapi juga bebas dari penyakit apa pun. ‘’Kambuhan atau tidak, bisa berpotensi fatal jika sudah masuk jalur pendakian,’’ terangnya.

Usia pendaki memang tidak dibatasi. Namun, faktanya, banyak pendaki berusia 17 tahun ke bawah gagal mencapai puncak. Diduga tidak paham medan dan minim pengetahuan mendaki. ‘’Sehingga, masalah yang kami hadapi pun banyak. Kami harus bolak-balik menjemput,’’ ungkapnya.

Meski begitu, pihaknya menyarankan pemula didampingi pemandu atau pendaki berpengalaman. Pun harus paham teori di gunung. ‘’Untuk jumlah pendaki maksimal 500 orang sehari,’’ sebutnya.

Larangan pendaki memakai celana jins juga dipertegas. Sebab, kebanyakan pendaki selama masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) ini cenderung ingin tampil fashionable. Padahal, bahan jins berat, berpori-pori lebar, juga mudah basah. ‘’Sehingga, memicu hipotermia dan kelelahan,’’ jelas Miko.

Disarankan memakai bahan semiparasit atau kain. Selain mudah kering jika kena air, juga cenderung hangat dan nyaman dipakai. Pihaknya juga mem-briefing rombongan pendaki sebelum muncak. Terutama terkait pertolongan pertama. ‘’Agar kejadian buruk yang menimpa pendaki  bisa diminimalkan,’’ ujarnya sembari menyebut selalu menyiagakan personel jika sewaktu-waktu pendaki butuh pertolongan. (fat/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close