AdvertorialMadiun

Perhutani Madiun Sosialisasikan Mitigasi Bencana di Gunung Bhayangkaki

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Bencana tidak dapat diprediksi kedatangannya, bahkan di daerah yang bukan rawan bencana sekalipun dapat terjadi. Misalnya di balai Desa Temon, Kecamatan Sawoo, Ponorogo. Dalam acara yang dihadiri oleh sekitar 200 orang itu, Perhutani KPH Madiun menyosialisasikan pentingnya mitigasi bencana saat musim penghujan pada Sabtu (21/12).

Wakil Adsministratur KPH Madiun Adi Nugroho mengatakan, terdapat beberapa faktor penyebab bencana alam. Salah satunya yang diakibatkan manusia. Di antaranya tata ruang yang tidak beres. Seperti penanaman palawijo di area hutan lindung. Untuk itu, pihaknya terus bergerak melaksanakan rehabilitasi hutan dan lahan khususnya di hutan lindung yang berada di Gunung Bhayangkaki di Desa Temon. “Tujuan sosialisasi ini menanamkan kepada warga tepian hutan khususnya di Desa Temon supaya tidak panik dalam menghadapi bencana alam dan membuat keputusan yang tepat saat terjadi bencana,” katanya

Sementara itu, Wakil Administratur Madiun Selatan Hendra Lesmana menyebutkan bahwa LMDH Bhayangkaki Setono Jati memiliki wengkon atau petak 116d seluas 93 hektare yang tahun ini ditanami RHL dengan berbagi jenis tanaman. Seperti pohon Sengon, Johar, Alpukat dan Nangka. Di mana masyarakat bisa memanfaatkan dari buah tanaman jenis multi pupose tree spesies (MPTS) ini sebagai tambahan pendapatan perekonomian tanpa harus menebang pohonnya. “Sosialisasi kesiapsiagaan bencana sebenarnya sudah terus dilakukan utamanya di desa daerah rawan bencana yang lokasinya berbatasan dengan hutan melalui struktur Asper, KRPH, LMDH dan jaringan BPBD ditingkat desa,” ujarnya.

Camat Sawoo Sujatmiko mengatakan melalui struktur dan jaringan update informasi mengenai bencana berikut mitigasinya bisa langsung gerak cepat di lapangan. “Masyarakat jangan pelit untuk membagikan informasi terjadinya bencana sehingga pemerintah bisa segera cepat bergerak untuk menentukan tindakan apa yang akan dilaksanakan,” terangnya.

Wakapolsek Sawoo Iptu Sugianto menegaskan siapapun pihak yang tertangkap melakukan perbuatan ilegal loging bakal ditindak. “Kami siap membantu pihak perhutani jika sewaktu-waktu dibutuhkan,” katanya.

Dalam acara tersebut juga dibagikan secara simbolis bibit alpukat yang akan ditanam di lokasi rehabilitasi hutan dan lahan di kawasan hutan lindung Gunung Bhayangkaki.

Ketua LMPSDH Bhayangkaki Setono Jati Turut Drasono mengaku senang dengan adanya sosialisasi mitigasi bencana tersebut. Dengan begitu, diharapkan  masyarakat dapat memahami tindakan apa yang dilakukan ketika terjadi bencana. “Karena selain untuk penyangga kehidupan, adanya hutan juga menambah nilai perekonomian masyarakat dengan memanfaatkan hasil dari tanaman jenis alpukat, nangka, jengkol dan petai,” tuturnya. (her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button