Mejayan

Perencanaan Tak Sesuai Kenyataan, Akar Kelambanan Pengerjaan Gedung RIJ RSUD Caruban

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Akar persoalan kelambanan pengerjaan bagian luar gedung ruang inap jiwa (RIJ) RSUD Caruban terdeteksi sejak awal pembangunan. CV Integrita Engineering Consultant (IEC) menyebut start CV Tanjung Emas (TE) tidak bisa kencang karena desain perencanaan dengan kondisi riil terdapat perbedaan. ‘’Gambar perencanaan kurang persis,’’ kata Dwi Wahyu Nugroho, konsultan pengawas CV IEC.

Perencanaan, sebut Dwi, memuat desain bangunan berpagar dengan pemasangan paving di sebuah area. Bayangan rekanan pelaksana, area itu merupakan tanah kosong di dalam kompleks RSUD Caruban. Akan tetapi, hasil survei lokasi menunjukkan kondisi lapangan yang berbeda dengan perencanaan. ‘’Lokasinya ternyata bersebelahan dengan jalan yang tidak tertera pada gambar,’’ ujarnya.

Posisi halaman depan RIJ lebih rendah dari badan jalan di sebelah selatannya. Jaraknya terpaut sekitar 40 sentimeter. Perbedaan tersebut membuat rekanan tidak bisa segera tancap gas. Sebab, perlu dilakukan setting ulang terhadap permukaan halaman hingga menyamai tinggi permukaan jalan. ‘’Perlu ada penyesuaian karena terpaut cukup tinggi,’’ ujar Dwi.

Alsifa, pelaksana lapangan CV IEC, menyebut penyesuaian dengan menambah batas ketinggian halaman. Yakni, lewat menambah tanah uruk hingga tingginya sejajar permukaan jalan. Meski tidak terlalu signifikan, kegiatan itu memengaruhi mutual check nol persen (MCO). ‘’Itu yang menjadi kendala di awal memulai pengerjaan,’’ sebutnya.

Di pekan terakhir, progres pekerjaan proyek senilai Rp 3,7 miliar itu keteteran. CV TE masih berkutat garapan bagian luar bangunan. Seperti pemasangan paving di halaman depan dan pemasangan wuwung. Dalih lambannya pengerjaan karena hujan turun beberapa pekan terakhir. Selain rekanan juga menunggu tersedianya material wuwung. Penyambung bagian atap yang dipesan dari Surabaya itu terlambat datang. ‘’Tapi bisa dikebut dengan penambahan pekerja dan bekerja overtime,’’ kata Alsifa.

Pejabat pembuat komitmen (PPK) meminta CV TE ngebut bekerja cepat untuk memburu minus sebelum deadline 29 Desember nanti. Membuat program kerja (proker) yang memuat target dan capaian per hari sebagai bentuk pengendalian. Saat disidak Wakil Bupati Madiun Hari Wuryanto Rabu (18/12), sejumlah pekerja masih mengerjakan bangunan luar. Kondisi bagian dalam jauh lebih merisaukan. Plafon atap di sejumlah titik serta pintu-jendela belum dipasang secara menyeluruh. (cor/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close