Madiun

Perempuan Sumatera Terlunta-lunta di Madiun, Diduga Jadi Korban Human Trafficking

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Diduga WS jadi korban praktik human trafficking. Perempuan 36 tahun itu mantan pekerja migran Indonesia (PMI) di Malaysia. Dia sempat dipenjara di negeri jiran setahun terakhir. Bulan ini, tiba-tiba dia diterbangkan ke Indonesia dengan tujuan Surabaya.

Dari Kota Pahlawan dia naik bus dan diturunkan di Kabupaten Madiun. ‘’Yang bersangkutan tidak mengantongi identitas apa pun,’’ kata Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Madiun Agung Budiarto, Rabu (26/5).

WS diturunkan di Desa/Kecamatan Dolopo, Kamis pekan lalu (20/5). Seorang warga setempat menampung perempuan terlunta-lunta itu. Pihak dinsos pun dilapori. ‘’Kondisinya seperti sedang trauma saat kami lakukan wawancara,’’ ujar Agung.

Apa yang keluar dari mulut perempuan itu dicatat untuk keperluan penanganan sosial. Termasuk pengakuan tentang pekerjaannya sebagai tenaga kerja wanita (TKW) di Malaysia dan pernah dipenjara di sana. ‘’Agak linglung, tapi masih dong (paham, Red) saat diajak bicara. Dia juga ingat berangkat ke Malaysia pada 2016 naik kapal,’’ ungkapnya.

Kali pertama WS mengaku berasal dari Batam, Kepulauan Riau. Keterangan itu ditindaklanjuti. Namun, tidak terbukti. Beda hari, perempuan itu mengaku punya keluarga di Medan. ‘’Orang yang disebut-sebut sebagai keluarganya, dihubungi melalui Facebook,’’ terangnya.

Hasil tanya-jawab via chat di media sosial itu, diketahui WS punya adik kandung yang tinggal di Desa Sidodadi, Batang Kuis, Deli Serdang, Sumatera Utara. Semula, tidak ada identitas resmi seperti kartu keluarga (KK) yang menyatakan hubungan keluarga. ‘’Yang bersangkutan memiliki suami dan empat anak. Tapi, dalam KK namanya (WS) tidak tercantum. Sementara mereka mengakui sebagai keluarganya,’’ papar Agung.

Orang yang mengakui keluarga WS itu juga mengirimkan foto KK tanpa tertera nama WS. WS lantas ditanya nama-nama empat anak dan suaminya. Perempuan itu menjawab pertanyaan itu dengan tepat kendati sudah lima tahun hilang kontak. Pun nama ibu kandungnya. ‘’Dia masih ingat nama-nama keluarganya,’’ sebutnya.

Dari jawaban itu, Agung yakin orang di Deli Serdang itu keluarga WS. Yakni, adik kandungnya. Terkait dugaan human trafficking, Agung tak berani berspekulasi. ‘’Berdasar pengakuannya yang sempat dipenjara di Malaysia selama satu tahun, kemungkinan karena ilegal,’’ duga Agung.

Kendati demikian, pihaknya hanya fokus urusan penanganan sosial. Yakni, agar WS bisa kembali ke keluarganya. Sementara soal kemungkinan korban perdagangan manusia, ada pihak yang lebih berwenang. Dini hari kemarin WS diantar ke Bandara Solo untuk diterbangkan ke Deli Serdang, Sumatera Utara.

Setelah dibuatkan KTP Kabupaten Madiun dengan nama lengkap WS untuk keperluan transportasi. Sekaligus surat keterangan pindah yang kelak bisa digunakan untuk urusan kependudukan di Deli Serdang. ‘’Sore ini (kemarin, Red) kami mendapat kabar dan dikirimi foto adiknya, dia sudah sampai di Bandara Kualanamu, Deli Serdang,’’ jelasnya. (den/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button