Madiun

Perempuan Pingsan di Minimarket Dumpil Mengarah Serangan Jantung

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Penyebab pingsannya Wahyu Utami, 30, di kamar mandi minimarket Desa Bagi, Kecamatan/Kabupaten Madiun, Kamis (30/4) masih gelap. Petugas medis RSUD Caruban masih melakukan pemeriksaan intensif.

Meski begitu, perempuan asal Desa Growong Kidul, Juwana, Pati, Jawa Tengah, tersebut dipastikan tidak terinfeksi Covid-19. ‘’Tidak ada tanda-tanda gejala virus korona,’’ kata Humas RSUD Caruban Yoyok Andi Setyawan.

Wahyu sempat membuat panik karyawan minimarket karena tidak keluar kamar mandi selama sekitar satu jam sejak pukul 09.00. Peristiwa itu lantas dilaporkan ke petugas jaga di pos gerbang tol (GT) Madiun yang tidak jauh dari lokasi. Setelah pintu dibuka paksa, pengunjung itu dalam posisi tergeletak di dasar lantai, tak sadarkan diri.

Polisi harus meminta bantuan petugas medis dengan alat pelindung diri (APD) untuk mengevakuasinya. Protokol itu bentuk kewaspadaan terhadap potensi penularan korona. ‘’Masuk ruang IGD (instalasi gawat darurat, Red) pukul 11.11. Setelah itu kesadarannya berangsur pulih,’’ paparnya.

Yoyok menyebut, hasil serangkaian pemeriksaan medis belum diketahui penyebab pingsannya korban. Namun, kuat dugaan mengarah serangan jantung. Pasalnya, tekanan darah pasien diketahui rendah. ‘’Kepada petugas, pasien mengaku sering pingsan mendadak,’’ ungkapnya. 

Sebelum peristiwa yang mengejutkan warga setempat itu terjadi, Wahyu dalam perjalanan ke Pati dari Jombang. Di sana bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Namun, dia diminta putar balik karena pembatasan masuk-keluar daerah. ‘’Dari Jombang, dia menumpang motor orang tak dikenal dan diturunkan di sekitaran Desa Kaligunting, kemudian jalan kaki sampai ke minimarket itu,’’ terang Yoyok.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun Muhammad Zahrowi tidak memungkiri bila Wahyu sempat dikabarkan tewas. ‘’Dilaporkan meninggal dunia, tapi setelah dicek denyut nadinya masih terasa,’’ katanya.

Zahrowi menjelaskan, evakuasi mengenakan hazmat merupakan protokol kesehatan di masa pandemi korona. Petugas medis juga terus dibasahi cairan disinfektan selama proses itu berlangsung. ‘’Karena masih hidup langsung dibawa ke RSUD Caruban untuk mendapatkan penanganan medis,’’ ujarnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close