features

Perempuan Harus Bisa Jadi Pelita

Nama : Indra Diyan Ristiana
Tempat, tanggal lahir : Magetan, 27 Agustus 1989
Hobi Traveling

Bukan hal mudah merintis lembaga pendidikan terkait profesi dunia penerbangan di kota kecil seperti Madiun. Namun, berkat tekad kuatnya, Indra Diyan Ristiana berhasil mengembangkan sekolah pramugari yang dinakhodainya hingga sebesar sekarang.

——

Bagaimana awal mula Anda terjun di dunia pendidikan airlines?
Berawal dari obrolan dengan seorang teman yang sama-sama berprofesi pramugari. Dia bilang suatu saat setelah tidak terbang lagi ingin tetap punya kesibukan sekaligus bisa berbagi pengalaman berkarier di dunia penerbangan. Lalu, tercetus ide mendirikan sekolah pramugari.

Sejak kapan Anda menggeluti dunia pramugari?
Sejak 2008 sampai 2018 saya menjalani profesi sebagai pramugari. Banyak pelajaran yang saya dapatkan selama menekuni dunia penerbangan. Suka dukanya lengkap.

Harapan untuk sekolah penerbangan yang Anda dirikan?
Bukan hal mudah merintis yayasan ini, apalagi di kota kecil. Tapi, saya optimistis Difasc akan terus berkembang dan berkontribusi pada dunia penerbangan maupun pendidikan. Saya ingin sekolah ini menjadi perantara generasi muda dalam meraih cita-cita mereka.

Bagaimana belajar-mengajar di lembaga Anda selama pandemi?
Saya dan staf terus berinovasi. Mencari terobosan agar proses belajar-mengajar di lembaga kami dalam situasi pandemi dapat terus berjalan. Untuk teori tetap kami sampaikan secara daring. Sedangkan kegiatan praktik, kami bagi dalam beberapa gelombang dengan tetap merapkan protokol kesehatan ketat.

Pesan untuk kaum perempuan yang ingin menekuni dunia penerbangan?
Zaman sekarang kemampuan perempuan tidak kalah dengan laki-laki. Begitu pula di dunia penerbangan. Perempuan harus punya tekad. Harus bisa jadi pelita dan punya semangat survive layaknya pria. (fit/aan/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button