Ponorogo

Peredaran Narkoba Merajalela, Polisi Bekuk 19 Tersangka

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Peredaran pil koplo merajalela di Ponorogo. Banyak pengedar yang berkeliaran menjajakan obat terlarang itu. Terungkap usai polisi membeberkan penangkapan tiga bulan terakhir Kamis (12/3).

Sejak Januari, ada 19 pengedar obat terlarang yang berhasil diringkus polisi. Salah satunya, Fuad Ainuddin. Pengedar itu kedapatan menjual 1.976 butir pil LL. Meski begitu, pemuda 32 tahun itu mengaku pendatang baru. ‘’Setahunan ini menjual secara terputus,’’ kata pengedar asal Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, tersebut.

Pemuda plontos yang disapa Jabrik itu mengaku mendapatkan pil LL dari Jombang. Per seribu butir, Fuad merogoh kocek sekitar Rp 1 juta. Nantinya dijual secara eceran. Satu paket eceran pil LL dijual seharga Rp 10 ribu, isi tiga butir. Fuad menyiapkan ratusan plastik klip sebagai bungkus eceran. ‘’Penjualannya perorangan, waktu ada teman atau kenalan main ke rumah. Selama ini saya menawarkan ke teman-teman di sekitar saja,’’ terangnya.

Dari modal Rp 1 juta, Fuad memperkirakan keuntungan bersih sekitar Rp 700 ribu. Saat ditangkap pekan lalu, total pendapatan dari penjualan pil LL yang disita sebagai barang bukti senilai Rp 413 ribu. Menurutnya, pil LL dikonsumsi untuk memberi rasa tenang. ‘’Kadang komunikasi dengan teman lewat WhatsApp,’’ ujarnya.

Kapolres Ponorogo AKBP Arief Fitrianto menegaskan, sebagian besar pengedar yang diringkus merupakan residivis atas kasus yang sama. Mereka merupakan bagian dari jaringan yang sudah cukup lama bermain dalam peredaran obat-obatan terlarang. Arief menyebut, belasan tersangka peredaran obat terlarang itu dijerat pasal 196 UU 36/2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. ‘’Total dari 19 tersangka, kami amankan 27.610 butir pil LL sebagai barang bukti,’’ ungkapnya. (naz/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button