Magetan

Percobaan Pencurian Mobil Travel Digagalkan Polisi

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Rizal Ayub Rahman, 18, gagal membawa kabur mobil travel. Minggu (23/2) sekitar pukul 16.45, anggota Poslantas Polsek Maospati berhasil mengejar dan menghentikan aksi warga Dusun Simbar, Tampo, Cluring, Banyuwangi, itu. ‘’Pelaku mengaku hanya ingin bergaya,’’ kata Wakapolres Magetan Kompol Dadang Kurnia Rabu (26/2).

Kejadian itu bermula saat Arif Pribadi, 43, sopir travel, warga Gubeng, Surabaya, menjemput empat penumpang asal Magetan di Bandara Juanda. Rizal pun minta izin menumpang travel itu dengan alasan hendak ke Solo. Bahkan, biayanya ditanggung penumpang. ‘’Sampai di Maospati dia minta turun karena ingin naik bus,’’ ujarnya.

Tepatnya, di SPBU Desa Malang, Maospati, Rizal turun dari jok paling belakang. Pintu belakang pun dibukakan Arif. Namun, setelah turun, Rizal malah mendorong Arif hingga hampir jatuh. Karena mesin mobil masih menyala, pelaku langsung masuk ruang kemudi. ‘’Korban sempat mengejar. Terhadang lampu merah, pelaku belok kiri ke arah Madiun,’’ jelas Dadang.

Lantaran tak bisa mengejar, Arif pun melapor ke Poslantas Maospati tak jauh dari TKP. Tiga petugas langsung mengejarnya. Pelaku sempat tak mau berhenti dan terus memacu kendaraannya di Jalan Raya Maospati. Aksi kejar-kejaran berakhir di wilayah Kelurahan Keraton, Maospati. ‘’Aiptu Sugiono, Bripka Joni Krisbianto, dan Brigadir Debby Kumbara Yudha mengejar menggunakan kendaraan roda dua,’’ terangnya.

Rizal menghentikan kendaraannya setelah polisi menodongkan senjata ke arahnya. Pelaku diamankan di depan sebuah warung mi ayam. ‘’Pelaku langsung kami amankan. Telinganya berdarah karena digigit salah seorang penumpang,’’ beber Dadang.

Rizal mengaku berada di Juanda setelah pulang dari Kalimantan. Di sana bekerja di bengkel mobil. Setelah bekerja sekitar enam bulan, Rizal pulang. Dia hendak ke rumah saudaranya di Solo. ‘’Ngakunya murni karena khilaf, muncul niat setelah di dalam mobil,’’ sebutnya.

Mobil Daihatsu Xenia B 2335 BKL berikut kunci kontak dan STNK diamankan di Mapolsek Maospati sebagai barang bukti. Pelaku dijerat pasal 365 ayat 1 KUHP Sub 368 ayat 1 KUHP pencurian dengan kekerasan. Ancaman hukumannya penjara maksimal sembilan tahun. ‘’Karena sempat mendorong korban dan berusaha menguasai kendaraannya,’’ terang Dadang. (fat/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close