Madiun

Percantik Monumen Kresek Telan Dana Rp 3 M

Ditambah Sejumlah Fasilitas, Dikerjakan 2020

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Kawasan Monumen Kresek bakal lekat dengan predikat wisata unggulan. Pemkab Madiun menyusun rencana penataan untuk mempercantik objek wisata sejarah tersebut. Satu paket dengan penambahan wisata kuliner dan cenderamata.

Penataan monumen yang terletak di Desa Kresek, Kecamatan Wungu, itu merupakan program prioritas dinas pariwisata, pemuda, dan olahraga (disparpora). Pembangunan fisik berjalan pada 2020. Anggaran yang disiapkan mencapai Rp 3 miliar. ‘’Ini salah satu bentuk upaya pemkab dalam mempersiapkan diri menyambut pembangunan Selingkar Wilis,’’ kata Kabid Pengembangan Pariwisata Disparpora Kabupaten Madiun Isbani Jumat (21/2).

Kawasan Monumen Kresek memang berkaitan dengan program percepatan pembangunan ekonomi. Destinasi wisata sejarah yang menceritakan tentang masa pemberontakan PKI Madiun 1948 itu juga masuk sebagai kawasan strategis pengembangan pariwisata (KSPP) dari sudut pandang provinsi. ‘’Fokus kami menyambut program nasional itu salah satunya adalah dengan memaksimalkan potensi Monumen Kresek,’’ ujarnya.

Penataan bakal dilakukan pada sejumlah fasilitas. Seperti pembangunan kios baru bagi pedagang di lokasi tersebut. Serta pendirian masjid, perluasan lahan parkir, pembangunan loket masuk, taman, dan toilet.

Menurut Isbani, seluruh pembangunan fasilitas itu bakal memanfaatkan sebagian lahan kawasan monumen seluas 7.500 meter persegi tersebut. Saat ini, baru sekitar 60 persen dari total luas kawasan itu yang sudah difungsikan. ‘’Sementara, sisanya bakal dimaksimalkan secara bertahap dengan memanfaatkan anggaran yang tersedia,’’ terangnya.

Selain itu, penataan tidak hanya menyangkut soal infrastruktur. Tapi, juga bakal menyentuh optimalisasi sumber daya manusia (SDM). ‘’Bisa potensi daerah, budaya, hasil bumi, dan lainnya,’’ ungkap Isbani.

Yang jelas, dia berharap penataan yang akan dilakukan di kawasan Monumen Kresek bisa mengubah pandangan masyarakat. ‘’Yang sebelumnya menakutkan, akan dibuat menjadi nyaman untuk wisata sejarah. Kesan negatif itu akan kami luruskan dengan pemandu sejarah, bahwa pelaku-pelaku PKI saat itu bukan orang asli Madiun,’’ ujarnya. (den/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close