Ponorogo

Perbatasan Jatim-Jateng Diperketat, Mau Mudik? Putar Balik!

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Pintu masuk perbatasan Jatim-Jateng di Badegan, Ponorogo, diperketat. Seiring larangan mudik Lebaran yang diberlakukan pemerintah. Aparat kepolisian berkoordinasi dengan satgas penanggulangan Covid-19 di desa-desa untuk menutup jalan-jalan tikus yang berpotensi dilalui para pemudik. ‘’Bagi yang tujuannya mudik, semua diminta putar balik,’’ kata Kapolres Ponorogo AKBP Arief Fitrianto Senin (27/4).

Arief memantau langsung penjagaan dan pencegatan tersebut. Di Desa Biting yang berbatasan dengan Kabupaten Wonogiri, Jateng, polisi menyiagakan satu pos pengamanan selama 24 jam. Di pos tersebut, petugas memeriksa satu per satu kendaraan yang akan masuk ke wilayah Jatim melalui Badegan. ‘’Penyekatan ini mulai dilaksanakan sejak Jumat (24/4),’’ ujarnya.

Arief menyebut, kendaraan berpelat dari wilayah zona merah, khususnya Jakarta, wajib putar balik. Apalagi jika tujuannya adalah untuk mudik. ‘’Sebagian besar kendaraan didominasi nopol dari Jakarta dan tujuannya mudik. Kami minta putar balik ke daerah asalnya,’’ tegas Arief.

Hasilnya, sejak Jumat lalu, volume kendaraan masuk wilayah Jatim melalui Badegan terus berkurang. Sabtu lalu (25/4), misalnya. Arief menyebut, ada ratusan kendaraan yang harus putar balik. Pada Minggu (26/4), masih ada puluhan. ‘’Hari ini (kemarin, Red), sejak pagi hanya lima kendaraan roda empat dan dua roda dua. Seluruhnya diminta putar balik,’’ ungkapnya.

Namun demikian, kendaraan logistik tetap diperbolehkan melintas. Meliputi pengangkut sembako hingga alat-alat kesehatan. ‘’Harapannya tidak ada pemudik yang lolos dari jalur tikus. Ini harus diawasi oleh satgas di tingkat desa. Kami mengimbau masyarakat mematuhi larangan tidak mudik dari pemerintah untuk menekan potensi penyebaran Covid-19,’’ pintanya. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close