MadiunPeristiwa

Perbaiki Pompa Air, Dua Pria Nyaris Tewas di Dasar Sumur

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Nyawa Paijo, 37, dan Purwanto, 35, nyaris melayang. Dua warga Dusun/Desa Nglambangan, Wungu, Kabupaten Madiun, itu kehabisan napas di dalam sumur irigasi desa setempat pukul 10.30 Selasa (17/12). Beruntung, sejumlah warga berhasil mengangkat keduanya dengan bersusah payah. ‘’Mau memperbaiki pompa yang bocor,’’ kata Saimin, 43, warga setempat.

Pagi kemarin, Paijo dimintai tolong membetulkan pompa air H Panut, 70, warga setempat. Keduanya lantas menuju sawah Panut tak jauh dari permukiman warga. Paijo dan Panut masuk ke gubuk berukuran 3×3 meter tempat sumur itu. Paijo menuruni lubang sumur berdiameter 80 sentimeter dan dalam 4,5 meter itu dengan tangga. Selang beberapa saat Panut berteriak. ‘’Paijo lemas di dasar sumur,’’ ungkap Saimin.

Mendengar teriakan minta tolong, warga berdatangan ke lokasi kejadian. Purwanto yang pertama kali sampai. Tak banyak cincong Purwanto memasuki sumur. Alih-alih memberi pertolongan, Purwanto juga lemas. Dua pria itu pun terkapar tak berdaya di dalam sumur. ‘’Saat saya datang bersama warga lain, Paijo  dan Purwanto sudah di dalam sumur,’’ terang Saimin.

Paijo yang lebih dulu masuk sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Sementara Purwanto masih bisa melambaikan tangan kendati tanpa suara. ‘’Lalu ada warga yang berinisiatif melepas genting gubuk. Maksudnya biar ada udara segar,’’ jelas Saimin.

Sembari berpegangan tangan warga lain di bibir sumur, seorang warga menuruni sumur. Purwanto yang separo sadar berhasil ditarik ke atas. Ditenangkan sejenak, lantas dilarikan ke puskesmas terdekat. Namun, Paijo belum tertolong. ‘’Warga yang menolong Purwanto sudah  tidak kuat,’’ kata Suwito, warga lainnya.

Satu warga lain giliran menuruni sumur. Kondisi Paijo yang tak sadarkan diri mempersulit penyelamatan. Warga berinisiatif menggunakan van belt mesin pompa air untuk menarik Paijo. Namun, diameter van belt yang lebih besar ketimbang badan Paijo menambah kesulitan baru. ‘’Pertama kali ditarik, Paijo melorot karena tubuhnya lemas sampai kausnya terlepas,’’ jelas Suwito.

Warga penyelamat yang berada paling bawah masih bertahan di dasar sumur. Sedangkan warga yang lain menaik-turunkan karung yang diikat slang ke dasar sumur.  Tujuannya memompa udara. Van belt dikaitkan kembali ke dada Paijo.

Mereka memanfaatkan kaus Paijo yang terlepas. Tangan Paijo diposisikan ngapurancang (dua lengan lurus ke bawah-depan) dan diikat melingkari perut Paijo. ‘’Warga yang di dasar sumur menopang dari bawah. Kemudian, ikatan kaus dilepas saat sudah separo lebih ke atas supaya warga cepat meraih tangan Paijo,’’ terang Suwito.

Babinsa Desa Nglambangan Serda Nur Cholis menyebut kondisi Paijo tidak sadarkan diri saat berhasil ditarik ke atas. Sama sekali tidak memberikan respons selain tarikan napas yang amat berat. Warga segera mencari mobil untuk mengantar korban ke rumah sakit. ‘’Sekilas tidak ada tanda-tanda luka luar pada tubuh korban. Kemungkinan besar karena kahabisan napas,’’ ungkap Cholis. (den/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close