Madiun

Perbaiki Aset di Kota Madiun demi Menggaet Investor

Pemkab Berani Tekor Duluan

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Kritikan aset mangkrak yang merusak pemandangan Kota Madiun seolah menjadi cambuk bagi Pemkab Madiun. Pengamanan serta pemanfaatan tujuh tanah dan bangunan di wilayah saudara mudanya itu dijadikan salah satu kegiatan prioritas pada 2021. ‘’Kami memaksimalkan penanganan aset tahun depan. Saat ini dalam pembahasan banggar (badan anggaran, Red),’’ kata Sekdakab Madiun Tontro Pahlawanto Senin (2/11).

Tujuh aset itu antara lain bekas gedung dinas perikanan, dinas koperasi dan UMKM, rumah dinas peternakan, dan rumah dinas kepala dinas kesehatan. Kerusakan bangunan bervariasi. Ihwal kemungkinan keluar biaya alias berani tekor duluan untuk memperbaiki, Tontro mengamininya. Kondisi aset yang representatif menjadi poin tambahan menggaet pihak ketiga atau investor. ‘’Ada rencana ke arah pembenahan total,’’ ujarnya.

Wacana pemkab mengucurkan duit untuk revitalisasi aset bukan isapan jempol. Keseriusan ditunjukkan dengan persiapan merevisi Perbup 20/2013 tentang Pedoman Teknis Barang Milik Daerah. ‘’Salah satu poin perubahan nantinya dirumuskan mengenai pembenahan total. Sepanjang itu bukan bangunan cagar budaya,’’ ucapnya sembari menyebut revitalisasi bakal diikuti peninjauan ulang kondisi aset.

Tontro menegaskan, aset di Kota Madiun tetap dipertahankan. Pihaknya mengesampingkan opsi kerja sama berupa tukar guling dan sebagainya. Karenanya, utak-atik anggaran untuk dialokasikan ke penanganan aset tengah dilakukan. Tentunya mempertimbangkan skala prioritas dari setiap sektor. ‘’Jika tidak ada (anggaran) akan diupayakan ke pemerintah pusat,’’ ujarnya.

Disinggung kritikan Wali Kota Madiun Maidi, Tontro menjawab diplomatis. Menurut dia, persoalan aset menjadi masalah di banyak daerah. Penyelesaiannya tidak semudah membalikkan tangan. Bahkan harus merunut sejarah hak kepemilikan suatu aset. ‘’Bagaimanapun, pemkab akan serius dalam penanganan aset sekaligus pemanfaatannya,’’ tandas sekda. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button