Magetan

Perbaikan Talut Longsor Kali Gandong di Jalan Thamrin Ditarget Rampung Pekan Ini

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Perbaikan talut Kali Gandong yang longsor di Jalan Thamrin, Magetan, ditarget rampung pekan ini. Meski terbilang molor, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Magetan dan  Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo berupaya maksimal agar penanganan darurat segera tuntas dan berlanjut tahap permanen. ‘’Satu unit alat berat kami maksimalkan,’’ kata Kabid SDA DPUPR Magetan Yuli Karyawan Iswahjudi Minggu (23/2).

Tak hanya pemasangan bronjong, tapi juga pengalihan arus sungai dari barat ke arah utara. Selain memindahkan material longsoran, pengeprasan bambu juga dilakukan. Hingga kemarin masih darurat lantaran hujan terus mengguyur dan menghambat pekerjaan. ‘’Setiap hari kami harus tetap mengawasi kondisi sungai,’’ ujarnya.

Pemasangan bronjong melibatkan delapan pekerja dari BBWS Bengawan Solo dan empat pekerja UPTD Pengairan Gandong. Ditambah seorang operator alat berat yang terus siaga. Yuli menyebut, satu unit alat berat sudah cukup untuk penanganan sementara. ‘’Arusnya belum seratus persen teralihkan. Sehingga, masih butuh alat berat,’’ jelasnya.

Menurut Yuli, selama ini arus Sungai Gandong mengarah ke timur dan menabrak area longsor. Kini dibelokkan serong ke utara. Sehingga, tekanan air bisa dikurangi. Sementara pemasangan bronjong untuk menahan kemungkinan longsor susulan. Sekaligus penahan untuk penanganan permanen kemudian hari. ‘’Seletah ini selesai, kami akan segera ajukan penanganan permanennya,’’ beber Yuli.

Alat berat juga untuk mengeruk bagian sungai sebagai fondasi bronjong. Pun untuk meletakkan material bebatuan di sungai ke dekat bronjong untuk memudahkan pekerjaan. Sebab, material bebatuan sungai dimanfaatkan untuk penanganan darurat. ‘’Agar lebih efektif dan lebih cepat,’’ tuturnya.

Namun, target selesai sepekan kemungkinan masih bisa meleset lantaran faktor cuaca yang kadang tidak bersahabat. Yuli menyebut kawasan hulu kerap hujan deras. Sehingga, air hampir meluap setiap hari. Sehingga, pekerjaan kadang harus dihentikan meski baru setengah hari. ‘’Kami utamakan safety-nya,’’ kata Yuli.

Alat berat dari BBWS Bengawan Solo itu sampai di Magetan 22 Januari lalu setelah Jalan Thamrin kembali longsor pada 5 Januari silam. Pengalihan  aliran sungai dimulai sejak akhir Januari. Pun, ekskavator biru itu selalu stand by di lahan kosong milik warga Jalan Manggis. ‘’Hanya satu jalur itu yang kami gunakan, kebetulan langsung mengarah ke area longsor,’’ terangnya. (fat/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button