Madiun

Perayaan Tahun Baru, Durasi Pesta Kembang Api Dibatasi

MUI Garis Bawahi Perayaan Tahun Baru

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pesta kembang api saat malam pergantian tahun nanti tidak bisa lama-lama dinikmati. Pemkot bakal membatasi durasi nyala kembang api.

Kebijakan itu merespons usulan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Madiun saat rapat koordinasi (rakor) Natal dan tahun baru (Nataru) di Mapolres Madiun Kota. Ada empat poin masukan yang disampaikan. Dari sebelumnya sekitar 10 menit, menjadi 5 menit. ‘’Kami mengharapkan pesta kembang api dibatasi. Maksimal 5 menit,’’ kata Ketua MUI Kota Madiun Sutoyo.

Imbauan itu diyakini bisa mengurangi kepadatan kendaraan di jalan. Sutoyo juga meminta kepolisian menggelar razia knalpot brong mulai 20 Desember 2019 hingga 1 Januari 2020. Supaya aktivitas masyarakat tidak terganggu selama perayaan Nataru. ‘’Rumah kos dan THM (tempat hiburan malam, Red) juga perlu dirazia untuk mengindari seks bebas, pesta miras, dan narkoba,’’ ujarnya.

MUI meminta seluruh ormas Islam dilibatkan dalam pengamanan Nataru. Sikap tenggang rasa dan kerukunan antarumat beragama harus dijunjung bersama. ‘’Kami juga minta pemkot mengeluarkan surat edaran agar masyarakat menggelar doa bersama di masjid,’’ tuturnya.

Wali Kota Madiun Maidi berjanji bakal menampung usulan dari MUI. Pemkot segera menginstruksikan kepada pihak pelaksana atau event organizer (EO) untuk mengurangi durasi waktu penyalaan kembang api saat malam pergantian tahun. ‘’Tahun baru identik dengan kembang api. Jadi, nanti durasinya yang diperpendek,’’ tegasnya.

Maidi juga memastikan akan mengeluarkan instruksi kepada seluruh masjid untuk menggelar doa bersama saat pergantian tahun baru. Yang jelas, semua masukan dinilainya baik. Namun, perayaan tahun baru tetap digelar seperti biasa di sejumlah tempat. Mulai balai kota, alun-alun, dan Sunday Market. Dengan harapan, bisa menjadi hiburan masyarakat serta meningkatkan ekonomi para pedagang dan pelaku usaha lain. ‘’Kalau ingin merayakan dengan menyaksikan hiburan (pesta kembang api) silakan. Kalau ingin doa bersama di masjid juga silakan,’’ ucap Maidi. (her/c1/fin)

 

Kurangi Kecepatan Lewati Dua Titik Rawan

PINTU masuk Kota Madiun dari ring road barat dan Jalan Raya Solo patut diwaspadai. Kepadatan arus kendaraan di dua jalur utama itu pasti meningkat saat pergantian tahun baru nanti malam.

Kanit Laka Lantas Polres Madiun Kota Iptu Tri Wiyono mengatakan bahwa dua titik rawan itu menyumbang kecelakaan tertinggi. Tahun ini grafik kecelakaan tahunan turun. Namun, jumlah korban meninggal dunia bertambah dua jiwa dari 41 korban di tahun lalu menjadi 43 korban di tahun ini. ‘’Kecelakaan tertinggi di Jalan Raya Solo dan ring road barat,’’ ujarnya Senin (30/12).

Penurunan grafik tahunan mencapai 12 persen. Tahun ini hanya 401 kejadian. Lebih sedikit dari tahun lalu 455 kejadian. Banyak kecelakaan disebabkan kelalaian pengendara yang melanggar rambu lalu lintas. Serta melaju dengan kecepatan tinggi hingga nekat menerobos lampu merah. ”Banyak yang tidak tahu kalau batas kecepatan dalam kota seharusnya 40 km/jam dan di luar kota 60 km/jam,’’ terangnya. 

Tri juga mengungkapkan banyak kecelakaan disebabkan kelalaian pengendara saat menyeberang. Hal ini disebabkan wilayah Kota Madiun terdapat banyak gang dan jalan kecil. ‘’Banyak dari mereka yang kurang hati-hati dalam menyeberang, juga tidak memperhatikan jarak aman,’’ bebernya.

Kepolisian sudah berupaya meminimalkan kecelakaan. Seperti memasang rambu lalu lintas, menambah penerangan, dan polisi tidur. Untuk menekan jumlah korban meninggal, juga dilakukan pelatihan penanganan pertama pada kecelakaan. ‘’Agar tidak terjadi salah penanganan,’’ imbuhnya. (mg3/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close