Madiun

Penyebar Hoaks Bakso Daging Tikus Tak Kena Pasal

Logos Sebut Kedua Belah Pihak Berdamai

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Ris dan Dil lolos dari ancaman enam tahun penjara dan atau denda Rp 1 miliar. Polisi tidak menjerat penyebar video hoaks bakso daging tikus itu dengan pasal 28 Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) 19/2016.

Regulasi tersebut memaparkan hukuman bagi penyebar berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik. Sugeng Riyadi, pemilik warung bakso sekaligus korban kabar bohong, itu merugi jutaan rupiah. ‘’Permasalahan dugaan bakso daging tikus sudah selesai,’’ kata Kasatreskrim Polres Madiun AKP Logos Bintoro Minggu (2/2).

Logos menerangkan, Ris dan Dil telah meminta maaf atas perbuatannya memvideo dan mengunggah temuan daging yang dianggapnya kaki tikus ke media sosial (medsos). Sugeng pun telah memaafkan ulah yang berdampak pada hilangnya omzet pascavideo tersebut viral. Kesepakatan itu terjadi saat kedua belah pihak dipertemukan di Mapolres Madiun Jumat (31/1). ‘’Sebenarnya tidak ada laporan tentang itu. Kami melakukan penyelidikan karena ada keresahan masyarakat,’’ paparnya.

Ris dan Dil mengaku sama sekali tidak punya niatan memviralkan video. Rekaman hanya diunggah di status WhatsApp. Meski begitu, video ternyata menyebar luas dan membuat gaduh masyarakat. ‘’Motif upload video agar teman-teman yang bersangkutan lebih hati-hati saat jajan,’’ kata Logos.

Diketahui, polisi telah memeriksa empat orang dalam kasus viralnya bakso daging tikus. Selain Ris, Dil, dan Sugeng, ada Agus Wibowo, pemilik warung bakso tempat kulakan. Hasil uji laboratorium sampel daging bakso yang diambil, tidak ada kecocokan dengan struktur kaki tikus yang asli.

Yakni, tidak ada tulang, telapak kaki, dan kuku. Sebaliknya, identik dengan bagian pangkal lidah sapi. ‘’Masalah ini bisa dijadikan pembelajaran. Jika menemukan sesuatu yang dianggap janggal, lebih baik dilaporkan ke kepolisian lebih dulu,’’ tutur kasatreskrim. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close