Madiun

Penyebab Sakit Perut Masal Santri Babussalam Masih Jadi Misteri

MADIUN – Penyebab sakit perut masal santri Pondok Pesantren (Ponpes) Babussalam, Desa Mojorejo, Kebonsari, tak kunjung diketahui. Pemkab dan Polres Madiun sama-sama belum mengantongi hasil uji laboratorium sampel makanan yang dikonsumsi Jumat lalu (8/2). ‘’Hingga kini belum ada pemberitahuan kalau hasilnya sudah keluar,’’ kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Madiun Agung Tri Widodo kemarin (19/2).

Agung menuturkan, penelitian bahan makanan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya umumnya berlangsung sepekan. Namun, praktiknya bisa lebih lama. Menyesuaikan kuantitas bahan yang perlu diurai dan diteliti satu per satu. ‘’Cukup banyak bahan dalam nasi soto ayam dan melon yang disantap santri,’’ ujarnya.

Agung menegaskan, apa pun hasil yang dirilis laboratorium nantinya dijadikan pijakan preventif. Bila permasalahannya tertuju pada aspek higienitas, lingkungan di kompleks pondok dan sekitarnya harus dibersihkan. Dinkes pun bisa melakukan uji lab lanjutan bila hasil yang pertama mengarah pada faktor lingkungan. Misalnya, menguji kandungan air tanah. ‘’Tapi, hasilnya tak bisa dikira-kira. Lebih baik ditunggu rilisnya,’’ tuturnya kepada Radar Mejayan.

Kapolsek Kebonsari AKP Sumarji juga belum mendapat hasil serupa dari laboratorium di Ponorogo. Meski pengujiannya telah lewat sepekan. Pihaknya telah mencoba menanyakan hasil, namun tim penguji minta waktu lantaran proses penelitian belum selesai. Tim tersebut juga belum bisa menjanjikan kapan hasilnya bisa keluar. ‘’Mudah-mudahan tidak lama lagi,’’ ucapnya.

Sampai kini, polisi tetap menepikan unsur pidana atas peristiwa yang sampai membuat Dinkes Jawa Timur turun gunung tersebut. Selain tidak ada korban jiwa, insiden itu jauh dari unsur kesengajaan. Fakta itu melemahkan jeratan UU 18/2012 Pangan dan pasal 359 KUHP.  ‘’Karena tidak ada korban jiwa,’’ tegasnya.

Beberapa hari pasca-insiden kala itu, puluhan santri sempat menjalani perawatan intensif di Puskesmas Gantrung dan RSUD Dolopo. Sebagian hanya rawat jalan, sebagiannya lagi inap beberapa hari. (cor/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close