Madiun

Penyebab Kematian Noval Tetap Misteri

Polisi Terkendala Penolakan Otopsi

‘’Harus ada pemeriksaan dalam oleh ahli forensik. Tapi, tidak bisa dilakukan karena keluarga tidak menghendaki.’’ AKP Logos Bintoro, Kasat Reskrim Polres Madiun

MADIUN, Jawa Pos Radar Pacitan – Penyebab kematian Mohamad Noval Muhtarom akan tetap misterius. Bayi empat tahun asal Desa Nglambangan, Wungu, itu mengembuskan napas terakhirnya Rabu (4/12) dengan kondisi kulit melepuh. Diduga karena salah mengonsumsi obat. Namun, aparat kepolisian tidak bisa berbuat banyak. ‘’Pihak keluarga menolak dilakukan pemeriksaan dalam atau otopsi,’’ kata Kasat Reskrim Polres Madiun AKP Logos Bintoro Senin (16/12).

Pihaknya tidak menghentikan kasus tersebut. Sebab, sejak awal pihak keluarga memang tidak menghendaki proses hukum atas kematian murid pendidikan anak usia dini (PAUD) tersebut. ‘’Klarifikasi sudah dilakukan. Pihak keluarga sekadar menginginkan ada pelajaran agar klinik lebih berhati-hati. Kemudian kami lakukan penyelidikan itu,’’ ujarnya.

Sejatinya, aparat kepolisian sudah melakukan visum. Kondisi kulit Noval yang melepuh sudah diperiksa sesaat sebelum dimakamkan. Namun, hasil pemeriksaan luar itu tidak cukup kuat untuk membongkar misteri di balik kematian putra semata wayang Sadikan-Tarmiati itu. ‘’Yang bisa menjelaskan penyebab kematian itu adalah hasil otopsi,’’ tutur Logos.

Sedangkan polisi tidak bisa melibatkan saksi ahli atas kasus tersebut. Sebab, saksi ahli, seperti ahli farmasi, baru bisa dilibatkan setelah dilakukan otopsi. Pun reaksi balita setelah obat-obatan masuk ke tubuh hanya bisa diketahui setelah otopsi. ‘’Harus ada pemeriksaan dalam oleh ahli forensik. Tapi, tidak bisa dilakukan karena keluarga tidak menghendaki,’’ terangnya.

Logos menegaskan, upaya menguak misteri kematian itu terkendala tidak adanya otopsi. Sehingga, kepolisian telah menghentikan serangkaian klarifikasi dan penyelidikan. ‘’Kuncinya adalah otopsi. Tanpa itu, saksi ahli juga tidak bisa (dilibatkan),’’ sebutnya.

Diketahui, Noval meninggal Rabu (4/12) pukul 04.00 di RS Santa Clara, Kota Madiun. Itu setelah sebelumnya mendapat perawatan di klinik Pramita Wahyu Husada (PWH), Dimong, Madiun. Pihak keluarga menduga ada salah obat. Polisi pun melakukan penyelidikan setelah menerima laporan. (den/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button