Ponorogo

Penyabab Jalan Rusak, Muatan 40 Truk Diturunkan Paksa

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Salah satu penyebab sering rusaknya jalan adalah semakin banyaknya truk overtonase yang berkeliaran. Kamis (10/10) sejumlah sopir truk yang kedapatan membawa muatan berlebih di wilayah Jenangan, Pulung, dan Sampung tidak bisa berkutik.

Mereka dikenai sanksi oleh petugas dinas perhubungan (dishub). Penindakan tersebut dalam bentuk penurunan paksa muatan yang mereka bawa. Total ada 40 truk yang terjaring razia selama empat jam itu. ‘’Kami lakukan (razia) beberapa hari dalam waktu seminggu ini sebagai shock therapy, supaya tahun depan mereka tidak mengulangi pelanggaran yang sama,’’ kata Kepala Dishub Ponorogo Djunaidi.

Razia itu dilakukan secara random. Petugas ditempatkan di beberapa titik untuk mengawasi truk yang kelebihan muatan dan overdimensi. ‘’Kalau angkutan 70-80 ada sekitar 5 kubik, kalau ditambah jadi 7 kubik ini yang jadi pekerjaan saya,’’ ujarnya.

Djunaidi menyebut, titik pengawasan berada di wilayah Jenangan, Pulung, dan Sampung. Di ketiga wilayah itu traffic truk bermuatan barang memang sangat tinggi. Seperti truk yang mengambil tambang dari Wonogiri tetapi melintas di Pohijo, Sampung. ’’Di Sampung, tambangnya itu masuk Wonogiri. Tapi, jalan yang rusak justru di Pohijo karena sering lewat sana,’’ ungkapnya.

Berbagai cara sudah dilakukan oleh dishub untuk menindak truk overtonase tersebut. Tapi, tidak semua berjalan efektif. Djunaidi mengaku idenya baru berjalan optimal ketika menerapkan sanksi penurunan paksa muatan. ‘’Dari pos Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2019 kami mendapat alokasi senilai Rp 24 juta. Anggaran itu untuk membayar upah tenaga kuli angkut,’’ jelasnya. (dil/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button