Pacitan

Penundaan Kenaikan Retribusi Objek Wisata Pacitan Tergantung Bupati

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Usulan penangguhan kenaikan tarif retribusi objek wisata yang diajukan oleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Pacitan digantung. Disparpora tetap memberlakukan tarif retribusi baru berdasar hasil revisi Perda 1/2017 sekalipun berada di tengah pandemi. ‘’Selama regulasi itu ditetapkan kami laksanakan,’’ kata Sekretaris Disparpora Pacitan Eno Smith Muduni Rabu (10/6).

Saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan bupati dan sekda terkait usulan tersebut. Menurutnya, hanya keputusan dari kepala daerah yang bisa menjadi bahan pertimbangan untuk menunda kenaikan tarif retribusi objek wisata itu. ‘’Kami pertimbangkan,’’ ujar mantan kabid pendapatan bapenda tersebut.

Di samping persoalan tersebut, Eno memastikan launching new normal sektor pariwisata tetap akan dilakukan pada 18 Juni mendatang. Saat ini sejumlah persiapan menyambut dibukanya kembali objek wisata setelah ditutup sejak 17 Maret lalu karena pandemi Covid-19 telah dilakukan. Seperti memastikan ketersediaan sarana protokol kesehatan mencukupi.

Pihaknya juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah (pemda) lain soal mekanisme kunjungan wisata ke Pacitan. ‘’Terutama pemda yang berasal dari Jawa Tengah. Karena sebagian besar wisatawan yang berkunjung ke Pacitan berasal dari sana,’’ kata Eno.

Seperti diketahui, pemkab telah menetapkan kenaikan tarif retribusi delapan objek wisata pada tahun ini. Meliputi Pantai Srau, Pantai Klayar, Pantai Watukarung, Pantai Taman, Pantai Buyutan, Gua Gong, serta Pemandian Banyu Anget Tirto Husodo. (gen/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close