Madiun

Penulis Adi Suprayitno Sudah Telurkan Belasan Buku

MADIUN – Menulis sudah mendarah daging bagi Adi Suprayitno. Belasan judul buku berhasil ditelurkannya. Semua bermula dari kegelisahannya mendapati rekan seprofesi kurang cakap dalam menulis jurnal ilmiah.

Adi Suprayitno begitu serius di hadapan komputer. Bunyi cetak-cetok merambati telinga seiring gerak jarinya di atas keyboard. Sesekali dia terdiam sejenak memandang lekat-lekat apa yang baru saja diketiknya. Kemudian, jarinya kembali menari-nari di ruangan sarat lembaran kertas itu. Tertumpuk di sudut-sudut ruangan sampai di atas mejanya. ”Ya seperti ini kondisi dan kesibukan saya sehari-hari,” kata Adi.

Warga Perumahan Bumi Mas I, Kelurahan Mojorejo, Taman, Kota Madiun, ini terbilang produktif di dunia literasi. Setidaknya, 11 judul buku berhasil ditelurkannya sampai sekarang. Hebatnya, Adi merampungkan tulisan-tulisannya sembari mengajar di SMAN 6 Kota Madiun. ”Sudah terbiasa menulis sampai pagi,” ujarnya.

Adi kelewat betah berlama-lama di hadapan komputer. Merebus kata demi kata hingga terkumpul dalam satu sampul yang berjudul. Karya terbarunya Pedoman Penyusunan Jurnal Ilmiah Bagi Guru, terbit April tahun ini. Kurang lebih 300 halaman, mampu dirampungkannya rentang waktu dua malam. Libur ujian akhir tahun ajaran 2018/2019 dia pakai untuk menumpahkan ide di kepala ke dalam tulisan. ”Satu judul lagi sudah selesai, tinggal menunggu cetak,” kata pria 56 tahun itu.

Hingga kini 11 judul karyanya telah terbukukan. Tiga buku ajar, selebihnya buku referensi. Kepiawaian Adi menulis tidak datang serta merta begitu saja. Sebab, dia berkecimpung di dunia pendidikan. Pun, disiplin ilmunya adalah Geografi. Jauh dari urusan tulis menulis.  Kendati begitu, Adi ibarat punya tenaga ekstra kalau sadah menghadap layar monitor. ”Awalnya dulu karena tuntutan sebagai guru tentang menulis jurnal ilmiah,” ungkapnya.

Dari tarian jemarinya di atas papan tik, ayah satu anak ini sekarang tinggal menunggu royalti. Namun, itu bukan tujuan utamanya. Adi lebih bungah saat mengatahui tulisannya bermanfaat bagi orang lain. Ibaratnya, kepuasan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. ”Saya pertama kali menulis sejak 1987. Khusus untuk literatur, mulai tahun 2000,” terang Adi. ”Ya, mulai golongan 4c sampai sekarang 4e,”  imbuhnya.

Adi menulis sebagai media pengembangan diri. Namun, semangatnya kian menjadi-jadi setelah mengetahui rekan sesama profesinya banyak yang kesulitan saat menulis jurnal ilmiah. Kegelisaan tersebut menyulut tekadnya untuk terus produktif menulis sampai sekarang. ”Namanya guru itu harus bisa menulis. Tidak sekadar dalam tanda kutip memerintah siswa, tapi juga harus bisa memberikan contoh,” paparnya.

Semakin hari Adi semakin getol menuangkan ide di kepalanya ke dalam tulisan. Kendati begitu, dia berprinsip bahwa seorang bayi bisa berbicara karena mendengar lebih dulu. Sama halnya dengan seorang penulis, bakal lihai kalau referensi bacaannya banyak. Untuk asupan referensi, Adi punya rutinitas tersendiri. Beberapa tahun belakangan, dia rajin pergi ke toko buku. Dua buah judul mesti diangkut ke rumah saban bulan sekali. ”Biasanya ke Solo dan Surabaya kalau cari buku,” sebut Adi.

Menulis buku bukan sekadar merangkai kata satu dengan kata lainnya. Kualitas materi serta bagaimana penyajiannya menjadi sebuah seni yang kerap membuat jidat berkerut. Kerangka karangan paling sering membuat Adi kuat-kuat memeras ide. Baginya, kerangka karangan punya andil penting dalam keberhasilan sebuah tulisan. ”Mana yang harus didahulukan antara tujan dengan manfaat dari materi yang dibahas itu perlu perhitungan,” ujarnya.

Berkah lain dari Adi yang produktif menulis dirasakannya dalam bentuk lain. Seiring gelar profesor yang melekat kepada pria kelahiran Bojonegoro ini. Di samping mengajar sebagai guru Geografi, Adi juga punya jadwal memberi kuliah di Universitas Terbuka Madiun. Ya, sapaan prof  kerap masuk ke telinganya. ”Bonus itu. Yang paling penting adalah apa yang saya tulis bisa bermanfaat bagi orang lain,’’ pungkasnya. *****(ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button