Pacitan

Penjualan Sapi dan Kambing Naik Jelang Idul Adha

Terjunkan 12 Petugas Periksa Hewan Kurban

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Pemeriksaan secara berkala dilakukan oleh dinas pertanian terhadap seluruh sapi dan kambing di Pasar Pon Semanten mulai Kamis (16/7). Pengecekan tersebut bertujuan memastikan kesehatan hewan kurban sebelum disembelih dalam perayaan Idul Adha akhir bulan nanti.

Sapi dan kambing itu diperiksa satu per satu terkait kesehatan fisiknya. Mulai mata, gigi, suhu di telinga, kondisi perut tidak kembung, hingga kotoran tidak mencret. Ada 12 dokter hewan dan sejumlah tenaga medis yang melakukan pengecekan. ‘’Mendekati pelaksanaan pemotongan kurban nanti, semua SDM kami turunkan. Kalau ada yang tidak sehat, kami sarankan tidak dikonsumsi,’’ kata Kepala Dinas Pertanian Pacitan Bambang Supriyoko Kamis (16/7).

Hewan yang sudah dicek dan dinyatakan sehat akan diberi tanda khusus. Untuk hewan kurban yang sehat tapi masih ada catatan, pedagang diharap mengatasinya. Misalnya ada luka, maka harus disembuhkan. ‘’Kami ingin pastikan semua hewan kurban sehat,’’ ujar Bambang.

Sementara itu, penjualan sapi dan kambing menjelang hari raya kurban meningkat sekitar 30 persen. Seperti yang diakui Parno. Belantik sapi asal Pringkuku itu menyebut ada peningkatan pendapatan dari menjual enam ekor sapi miliknya. ‘’Ada kenaikan harga, tapi tidak banyak. Rata-rata sekitar 5 persen,’’ katanya. (mg2/c1/her)

Banyak Orang Tak Pakai Masker di Pasar Pon

ANJURAN pemerintah agar semua warga memakai masker ketika beraktivitas di luar rumah masih banyak yang tak menggubris. Seperti di Pasar Pon Semanten Kamis (16/7). Saat petugas melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban, beberapa orang yang berada di pasar mengabaikan protokol kesehatan. Salah satunya tidak memakai masker. ‘’Sebenarnya kami sudah gencar menyosialisasikan kepada masyarakat. Tapi, tetap saja ada yang tidak disiplin,’’ kata Kepala Disperindag Pacitan Heru Sukresno.

Pihaknya sudah membagikan sekitar 100 lembar masker kepada warga yang memang tidak memakai alat pelindung pernapasan tersebut saat berada di Pasar Pon Semanten. ‘’Bukan karena ini new normal kemudian dikira bebas (tidak mengenakan masker),’’ ujar mantan kepala BPKAD tersebut.

Pihaknya tidak akan berhenti memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pentingnya penggunaan masker ketika berada di pasar. ‘’Kalau di pasar (hewan), untuk penerapan jaga jarak memang susah. Tapi, kami berharap masyarakat disiplin memakai masker. Hewan yang dijual juga disterilisasi dulu,’’ tegas Heru. (mg2/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close