Madiun

Penjual Dadakan Sepeda Kawakan, Bongkar Gudang, Koleksi Teman Dipajang

Gandrung sepeda merata di semua kalangan usia. Saking banyaknya warga yang ingin mengayuh pedal, beberapa orang mulai menjajal peruntungan menjadi penjual sepeda dadakan.

ASEP SYAEFUL BACHRI, Jawa Pos Radar Madiun

SEPEKAN terakhir, hari-hari Marno berubah sibuk. Setiap pagi dia rajin menata sepeda onthel di depan rumahnya. Setelah tertata rapi, pria setengah abad itu dengan sabar menunggui sepeda lawas dagangannya hingga sore. ‘’Mumpung lagi musimnya,’’ kata pria yang berdomisili di Jalan Salak itu.

Sepeda tua yang dijual Marno tidak satu-dua. Puluhan koleksi milik temannya itu rata-rata sudah lama mangkrak di gudang. Di musim demam sepeda ini, tak sedikit yang melirik jenis kawakan. Terlebih, toko-toko sepeda banyak kehabisan stok. ‘’Saya bantu menjualkan sepeda teman saja,’’ ujarnya.

Rata-rata sepeda onthel yang dijual Marno produksi tahun 70 dan 80-an. Sebelum menjual, Marno memastikan onderdil lengkap. Untuk itu, dia harus melengkapinya dengan mencari onderdil di Pasar Sri Jaya. Walaupun tidak sepenuhnya pasangan asli atau orisinal, sebisa mungkin semua onderdil cocok dan tidak terlalu mencolok. ‘’Onderdil asli sulit mencarinya. Kalaupun ada pasti mahal. Sadel yang buatan Jerman harganya mencapai Rp 2 juta,’’ ungkapnya. *** (fin/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close