Magetan

Penjagal Culas Ogah ke RPH

Diduga Menyembelih Sapi Betina Produktif di Rumah

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Sejumlah pengusaha perdagangan daging sapi diduga berlaku culas. Sehingga, mereka ogah-ogahan melakukan penyembelihan di Rumah Potong Hewan (RPH) Carat. ‘’Kami yakin masih ada yang menyembelih sapi betina produktif,’’ kata Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Magetan Kustini Kamis (20/2).

Menurut Kustini, mereka beralasan karena retribusi tidak masuk akal. Sebab, nominal yang dikeluarkan penjagal sangat kecil dibandingkan fasilitas yang disediakan RPH. Jadi, jika mereka memanfaatkan fasilitas RPH, aksi culas mereka tak bisa lolos. ‘’Petugas tidak akan membiarkan sapi betina produktif disembelih,’’ tegasnya.

Karena itu, para penjagal mengelabui disnakan dengan menyembelih sapi di rumah. Sehingga, tak ada yang tahu jenis kelamin sapi yang dipotong. Padahal, hanya sapi jantan yang boleh disembelih untuk konsumsi. ‘’Sampai sekarang masih ada yang nakal seperti itu,’’ ungkapnya.

Untuk menyelamatkan sapi betina produktif, disnakan menggandeng Polres Magetan. Sesuai yang dilakukan pemerintah pusat bersama kepolisian. Pihaknya intens berkomunikasi dengan aparat penegak hukum agar tak ada lagi aksi nakal para penjagal yang sembarangan menyembelih sapi betina produktif. ‘’Itu diatur undang-undang. Sapi betina produktif tidak boleh disembelih untuk konsumsi,’’ tegasnya.

Pun sanksi bagi oknum yang melanggar juga relatif berat. Yakni, denda dan atau pidana kurungan. Namun, sanksi tidak serta merta dijatuhkan. Kecuali jika tertangkap tangan. Pihaknya bakal menyerahkan kepada kepolisian. ‘’Akan diberikan sanksi sesuai aturan,’’ jelasnya.

Pihak berwajib digandeng lantaran personel disnakan terbatas. Di Magetan ada 16 pelaku usaha penjualan daging sapi yang menyembelih hewan. Sedangkan petugas disnakan tak mampu mengawasi setiap penjagal. Agar tak kecolongan, pihak kepolisian digandeng untuk ikut mengawasi. ‘’Banyak yang berada di luar jangkauan kami,’’ ujarnya. (bel/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close