AdvertorialMadiun

Pengunjung Pasien Dibatasi, Jam Besuk Ditiadakan

RSUD Kota Madiun Antisipasi Penyebaran Korona

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – RSUD Kota Madiun meniadakan jam besuk pasien. Penunggu pasien rawat inap hanya boleh satu orang. Pun, seluruh pengunjung dan karyawan diperiksa suhu tubuhnya secara rutin.

Kabid Pelayanan RSUD Kota Madiun dr Denik Wuryani menerangkan, kebijakan tegas ini bagian dari sepuluh aturan baru yang diterapkan. Sebagaimana surat edaran (SE) Gubernur Jawa Timur Nomor 420/1780/101.1/2020 tentang Peningkatan Kewaspadaan terhadap Sebaran Covid-19. ‘’Jika suhu tubuh terpantau lebih dari 38 derajat Celsius langsung diarahkan pemeriksaan lanjutan secara klinis,’’ tegas Denik.

Penunggu pasien dengan suhu tubuh tinggi juga tak diperbolehkan. Pasien rawat jalan maksimal diantar satu orang, kecuali pasien terkait tidak mampu berjalan. Anak-anak kurang dari 12 tahun juga dilarang masuk rumah sakit, kecuali sedang menjalani perawatan. ‘’Kami mengantisipasi betul penyebaran ke anak-anak. Jadi, mohon kesadaran dari masyarakat,’’ pintanya.

Penunggu pasien juga diwajibkan cuci tangan sebelum, selama, dan sesudah masuk ruang rawat inap dengan hand sanitizer yang disediakan. Tak diperbolehkan membiasakan menyentuh hidung, mata, dan bibir sebelum mencuci tangan. Bila penunggu pasien mengalami batuk dan pilek wajib menggunakan masker dan segera melapor petugas. ‘’Pasien dan pengunjung kami larang berjabat tangan,’’ imbuh Denik.

Sebelum merebak penyebaran virus Covid-19, RSUD Kota Madiun juga telah melakukan berbagai pencegahan sejak sebulan lalu. Dengan mengedukasi seluruh pasien dan pengunjung secara intensif. Seluruh upaya antisipasi dan penanganan dilakukan sesuai standard operating procedure (SOP).

RSUD Kota Madiun juga telah membentuk tim Penguat Percepatan Penanganan Covid-19. Tim tersebut siap bertugas jika sewaktu-waktu ada pasien yang dicurigai mengalani gejala klinis Covid-19. Tim juga intens berkoordinasi dengan RUSD dr Soedono yang menjadi rumah sakit rujukan utama penanganan Covid-19 di wilayah Jawa Timur bagian Barat. ‘’Kami intens berkoordinasi,’’ ujarnya.

Jika ada pasien yang dicurigai dengan gejala klinis tertular Covid-19, tim akan melakukan beberapa tahapan. Mulai komunikasi terhadap gejala klinis yang dialami pasien ke dokter rujukan, hingga menempatkan pasien di ruang isolasi yang disediakan. RSUD Kota Madiun juga menyiapkan satu ruang isolasi. Mengantisipasi jika rumah sakit rujukan utama overload. Seluruh petugas dilengkapi alat pelindung diri (APD). ‘’Kami tegaskan, seluruh kebijakan ini tidak akan berpengaruh pada layanan yang diberikan,’’ tekannya.

Denik juga mengimbau warga sadar dan turut bersama-sama melawan dan mencegah penularan Covid-19. Dengan cara menerapkan pola hidup bersih dan sehat, rajin mencuci tangan, serta meminimalkan mengurangi bersentuhan dengan banyak orang. ‘’Cuci tangan dengan air mengalir menggunakan sabun atau hand sanitizer. Kurangi kontak dengan orang banyak,’’ tuturnya. (kid/c1/fin/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button