Ponorogo

Penghimpun Investasi Bodong Berkedok Bisnis Sapi Perah Dituntut 49 Tahun Bui

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Deretan angka besar mengiringi sidang tuntutan perkara investasi bodong berkedok bisnis sapi perah produk CV Tri Manunggal Jaya (TMJ). Jaksa Senin (16/11) menuntut tiga pentolan persekutuan komanditer itu dengan hukuman kumulatif 49 tahun penjara. Pun, masing-masing terdakwa masih dituntut denda Rp 6 miliar subsider 6 bulan kurungan badan. Hukuman ini dirasa sepadan dengan nilai kerugian akibat ulah para terdakwa yang mencapai Rp 26 miliar.  ‘’Banyak pertimbangan yang memberatkan tuntutan bagi ketiga terdakwa,’’ kata Nanang Triyanto, ketua tim jaksa penuntut umum (JPU).

Persidangan kemarin digelar secara virtual dari Ruang Sidang Cakra, Pengadilan Negeri (PN) Ponorogo. Trio pentolan CV TMJ,  Galih Kusuma, Hadi Suwito, dan Arie Setiawan mengikuti sidang dari Rutan Klas II-B Ponorogo, tempat mereka menjalani tahanan selama ini. Jaksa menuntut Galih dengan hukuman 17 tahun penjara lantaran terbukti sebagai otak praktik menghimpun dana masyarakat tanpa izin itu. Sedangkan Hadi selaku direktur dan Arie (bendahara) masing-masing dituntut hukuman 16 tahun penjara potong masa tahanan. Para terdakwa diwakili tim penasihat hukum yang terdiri tiga advokat selama persidangan berlangsung.

Nanang dan anggota tim JPU bergantian membacakan surat tuntutan yang terdiri 292 halaman. Jaksa membuktikan pelanggaran pasal 378 KUHP tentang penipuan dan pasal 3 UU 8/2010 tentang Tindak Pidana  Pencucian Uang (TPPU). Peran curang Galih dianggap paling kental saat mengiming-iming para korban dengan paket investasi penggemukan sapi perah Rp 19 juta per ekor. ‘’Masing-masing terdakwa juga dituntut denda Rp 6 miliar subsider enam bulan penjara,’’ terang Nanang.

Menurut jaksa, ada banyak hal yang memberatkan tuntutan hukuman terhadap trio pentolan CV TMJ itu. Di antaranya, jumlah korban dan nilai kerugian lumayan besar. Dalam tuntutan, jaksa menerakan nominal kerugian mencapai Rp 26 miliar. Persidangan baru berakhir sekitar pukul 16.00. Ketua Majelis Hakim Bawono Effendi memberi kesempatan ketiga terdakwa menyampaikan pleidoi pada sidang pekan depan. ‘’Pembelaan dapat disampaikan Senin, 23 November 2020,’’ tuturnya seraya menutup jalannya persidangan.

CV TMJ menghimpun investasi bodong berkedok bisnis peternakan sapi perah di Pudak. Catatan Jawa Pos Radar Ponorogo, Galih pada 3 Maret lalu sempat mengungkap bahwa pihaknya mampu menghimpun total investasi senilai Rp 585 miliar sejak 2016 hingga awal 2020. Investor dijaring dari Ponorogo, Bekasi, Palembang, sampai Papua. Dana yang terhimpun itu lantas dipakai modal bisnis tempat fitnes, toko pakaian, dan restoran. Ketiga terdakwa juga memanfaatkan dana publik itu untuk kepentingan pribadi. (naz/c1/hw)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close