AdvertorialNgawi

Pengerjaan ATP Ngrambe Jadi Rasan-Rasan Dewan

Buruknya Pengelolaan Saluran Air Jadi Perhatian

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi ­– Komisi II DPRD sangat menyayangkan buruknya pengerjaan sejumlah proyek di Agro Techno Park (ATP) Ngrambe. Hal itu disampaikan Ketua Komisi II DPRD Ngawi Siswanto setelah melakukan inspeksi mendadak (sidak) beberapa titik kegiatan di ATP Jumat (13/12). ‘’Kami sangat menyayangkan buruknya pengelolaan irigasi atau saluran air di kawasan tersebut,’’ kata Siswanto.

Dari hasil sidak kedua terkait proyek pengembangan ATP tersebut, pihaknya menemukan sejumlah catatan buruk. Terutama mengenai pengelolaan irigasinya. Dia menyebut, debit air di sekitar ATP Ngrambe sangat tinggi. Jika tidak dibuatkan kanal air yang baik, dikhawatirkan dapat mengancam keberadaan bangunan fisik di ATP tersebut. ‘’Itu yang sangat kami sayangkan,’’ ujarnya.

Politikus PKS itu mengaku belum melihat detail perencanaan proyek tersebut. Apakah memang spesifikasinya seperti itu atau harus dibuatkan saluran air yang baik. Tapi, yang jelas dari pengamatan kasatmata sejumlah anggota dewan kemarin, secara fisik kondisinya memang patut disayangkan. ‘’(Catatan) itu sudah kami sampaikan kepada PPK (pejabat pembuat komitmen, Red),’’ sebutnya.

Dari catatan yang ada, pada 2019 ini pemkab telah menggelontorkan uang ratusan juta atau bahkan miliaran rupiah untuk mengembangkan ATP. Anggaran itu terbagi untuk beberapa titik kegiatan. Siswanto menyebut, ada sekitar lima sampai tujuh kegiatan yang dikerjakan tahun ini. Sebagian memang sudah rampung, tapi ada juga yang masih dalam proses pengerjaan. ‘’Iya, ada yang sudah finalisasi, tapi menurut kami hasilnya juga kurang memuaskan,’’ ungkapnya.

Kemarin Siswanto mengaku sempat melihat beberapa titik pekerjaan yang sudah tahap finalisasi. Tapi, menurut dia, finishing-nya masih buruk. Soal deadline, Siswanto menyebut tidak ada masalah. Memang ada sebagian yang sudah dilakukan serah terima dan ada sebagian yang prosesnya masih jalan. ‘’Item-nya kan tidak hanya satu,’’ katanya.

Sejumlah temuan tersebut bakal dibahas lebih lanjut secara internal di komisi II. Jika nanti ada waktu, bakal memanggil sejumlah pihak yang terlibat dalam proyek tersebut. Termasuk organisasi perangkat daerah (OPD) yang membidangi yaitu dinas pangan dan perikanan. Meski demikian, Siswanto mengaku sudah menyampaikannya juga secara langsung kepada pihak PPK. ‘’Kita lihat nanti waktunya, kalau memungkinkan akan kami panggil,’’ ujarnya. (tif/c1/odi/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close