Ponorogo

Pengembangan Selingkar Wilis Segera Dirintis

RING I 2,1 T-RING II 2,2 T

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Angin segar berembus dari ibu kota. Menyusul disahkannya rencana pengembangan daerah di seputar Gunung Wilis menjadi kawasan prioritas nasional Selingkar Wilis.

Presiden Joko Widodo mengesahkannya dalam Perpres 80/2019. Anggaran triliunan rupiah akan digelontorkan dari pusat ke Ponorogo dan sekitarnya. Akhirnya rencana pengembangan kawasan ini bisa sampai di tingkatan nasional dan didanai APBN. ‘’Ini tentu positif,’’ kata Kepala DPUPR Jamus Kunto kepada Jawa Pos Radar Ponorogo.

Selingkar Wilis mencakup enam daerah. Yakni, Ponorogo, Madiun, Nganjuk, Kediri, Tulungagung, dan Trenggalek. Penetapan sebagai kawasan prioritas nasional itu akan menghadirkan sejumlah proyek berskala nasional ke Bumi Reyog dan sekitarnya. ‘’Akan ada pembuatan jalan baru serta pelebaran dan peningkatan untuk embrio jalan yang sudah ada,’’ terangnya.

Menilik lampiran Perpres 80/2019, akan ada minimal tiga proyek kakap yang masuk Ponorogo. Pertama, proyek pelebaran dan perbaikan geometri Jalan Selingkar Wilis (ring 1) yang meliputi enam daerah dengan total anggaran Rp 2,1 triliun. Kedua, pelebaran jalan nasional di ring 2 kawasan Selingkar Wilis dengan anggaran Rp 2,2 triliun. Dan ketiga, Rp 1 triliun untuk pelebaran jalan radial menuju Jalan Selingkar Wilis. ‘’Di Ponorogo, total panjang ruas jalannya nanti 46 kilometer dengan lebar sembilan meter,’’ ujarnya.

Jamus memerinci, Jalan Selingkar Wilis nantinya akan menghubungkan langsung Ponorogo dengan lima daerah lain di seputar Gunung Wilis. Ada sejumlah ruas kabupaten yang akan menjadi embrio jalan penghubung yang vital itu. Dimulai dari Dusun Toyomarto, Desa Pupus, Kecamatan Ngebel (berbatasan dengan Kabupaten Madiun) menuju Desa Gondowido, Kecamatan Ngebel. Dari situ, berlanjut hingga Kesugihan, Pulung, dan mengarah hingga Desa Suru, Kecamatan Sooko, lalu sampai di Ngadirojo, juga di Kecamatan Sooko. ‘’Ruas-ruas jalan ini sudah dipetakan sejak lama. Ada beberapa alternatif, tapi disepakati yang elevasinya tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah,’’ jelas Jamus.

Turunnya perpres akan diikuti pembahasan lebih lanjut antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah. Jamus belum tahu pasti apakah anggaran triliunan itu akan dikerjakan langsung oleh pemerintah pusat atau diserahkan kepada provinsi maupun daerah. Yang jelas, penetapan perpres ini sudah merupakan kemajuan yang luar biasa. ‘’Setelah sekian tahun akhirnya bisa terwujud, ini kemajuan luar biasa. Akan ada banyak dampak positif dari penetapan ini. Mudah-mudahan secepatnya bisa dilaksanakan,’’ harapnya. (naz/c1/fin)

Ponorogo-Nganjuk Tak Perlu Lewat Madiun

‘’Kami sudah memulai. Perjalanan dari Sooko ke Tulungagung sekarang jalannya sudah mulus. Kalau ditambah APBN, akan lebih bagus lagi.’’ IPONG MUCHLISSONI, Bupati Ponorogo

BUPATI Ipong Muchlissoni percaya penetapan Selingkar Wilis sebagai kawasan prioritas nasional bakal membawa dampak positif. Imbasnya akan sangat terasa bagi sektor perdagangan, pertanian, dan pariwisata. ‘’Intinya, memperpendek jarak antarwilayah kabupaten di sekitar Wilis itu sangat bagus,’’ kata Ipong.

Selama ini, jalur konektivitas antarkabupaten belum terhubung dengan baik. Sehingga, membuat jarak tempuh menjadi jauh. Meskipun berdekatan. ‘’Ponorogo ke Nganjuk, misalnya, harus lewat Madiun dulu sehingga bisa sampai dua jam lebih,’’ ujarnya.

Dengan dibangunnya jalur yang langsung menghubungkan keenam kabupaten, otomatis jarak tempuh dipersingkat. Jika sudah tersambung, jarak tempuh dari Ponorogo ke Nganjuk tinggal satu jam. Tidak perlu memutar jauh. Hal itu, menurut Ipong, tentu sangat berimbas positif terhadap berbagai sektor. Sebut saja perdagangan atau pertanian. Alur perpindahan barang dan jasa, termasuk hasil bumi, bisa lebih dekat dan cepat. Ipong juga percaya potensi pariwisata di enam daerah bakal lebih terangkat. ‘’Ini memudahkan untuk dibikin paket wisata. Misalnya nanti orang dari Solo, Madiun, bisa ke Ponorogo atau kemudian ke Nganjuk,’’ tutur bupati.

Orang nomor satu di Bumi Reyog itu menyebut sudah memulai lebih awal untuk mengoneksikan Ponorogo dengan sejumlah daerah lain. Melalui APBD, sejumlah ruas jalan yang menghubungkan Ponorogo dengan sekitarnya, seperti Tulungagung, satu per satu diperbaiki. ‘’Kami sudah memulai. Perjalanan dari Sooko ke Tulungagung sekarang jalannya sudah mulus. Kalau ditambah APBN, akan lebih bagus lagi,’’ katanya. (naz/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button