Madiun

Pengembangan Monumen Kresek Tertunda

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Pemkab Madiun membatalkan pengembangan wisata Monumen Kresek tahun ini. Dana Rp 3 miliar yang telah disiapkan dialihkan untuk penanganan pandemi Covid-19. ‘’Kami menunggu anggaran tahun depan,’’ kata Kabid Pengembangan Pariwisata Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Madiun Isbani Senin (8/6).

Sesuai perencanaan, sebagian lahan di kawasan Monumen Kresek dijadikan taman. Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) direlokasi dan ditata ulang. Pengembangan juga termasuk menyediakan pemandu wisata. ‘’Rencana membangun pedestrian, pagar, penyelesaian pembangunan sebelumnya, belum bisa dilakukan tahun ini,’’ ujarnya.

Isbani mengungkapkan, pembatalan pengembangan bukan hanya Monumen Kresek, melainkan juga wisata Kali Kerto di Desa Singgahan, Kebonsari. Rencananya menyumbang sejumlah perahu untuk mendongkrak kunjungan wisata. ‘’Rencana pavingisasi kawasan Masjid Al-Basariah juga ditunda,’’ paparnya.

Isbani menambahkan, beberapa objek wisata bakal dibuka setelah sebelumnya ditutup. ‘’Sesuai surat edaran bupati, tempat wisata akan dibuka 14 Juni mendatang. Itu kalau tidak ada perpanjangan penutupan,’’ katanya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button