Madiun

Pengembangan Madiun Umbul Square Terganjal Dana

Abadi Kebun Binatang Mini

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Rencana pengembangan Madiun Umbul Square (MUS) tersendat. Padahal, masterplan pengembangan kebun binatang dan lembaga konservasi itu sudah ada sejak dua tahun lalu. Keterbatasan dana menjadi musababnya. ‘’Sesuai masterplan pengembangan, butuh dana sekitar Rp 23 miliar,’’ kata Direktur MUS Afri Handoko Selasa (10/11).

MUS punya lahan ”nganggur” seluas 2,1 hektare. Sesuai masterplan, lahan itu digunakan membesarkan kandang para satwa. Menghilangkan sebutan kebun binatang mini yang abadi. Selain itu, membangun water boom dan tempat khusus memamerkan produk usaha mikro kecil menengah (UMKM). ‘’Sementara ini lahan dijadikan tempat parkir,’’ ujarnya.

Afri sejatinya menyayangkan lahan 2,1 hektare tidak kunjung termanfaatkan. Namun, dia wawas diri bahwa pengembangan tidak mungkin sepenuhnya dibebankan ke APBD. Pemkab tentu punya banyak sektor yang lebih prioritas ketimbang MUS.

Padahal, wisata yang dikelolanya punya potensi menjadi ikon seperti Taman Satwa Taru Jurug di Solo, Jawa Tengah. ‘’MUS ini satu-satunya kebun binatang sekaligus lembaga konservasi ditambah ada wahana permainan di eks Karesidenan Madiun,’’ tuturnya.

Meski begitu, masih ada angin segar bagi MUS. Pemkab memberikan dana penyertaan Rp 5 miliar untuk lima tahun. Kucuran dana mulai diberikan tahun depan. Setiap tahun dialokasikan Rp 1 miliar atau menyesuaikan keuangan daerah. ‘’Dana tahun depan rencananya untuk membuat tugu atau gapura di lahan kosong itu,’’ terang Afri.

Ihwal pengembangan dalam skala lebih besar, MUS bakal menyodorkan proposal bantuan ke Pemprov Jawa Timur atau pemerintah pusat. Mulai tahun depan atau setelah ekonomi pulih pascapandemi. ‘’Sebetulnya pengajuan bantuan ke pemprov tahun ini. Tapi, karena ada pandemi, kami sadar diri dan mengurungkan niat,’’ ucapnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button