AdvertorialMadiun

Pengabdian Tim PKM di Kare Kembangkan Teknologi Penyulingan Minyak Cengkeh

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kehadiran Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) di Desa/Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun mampu memberikan nafas baru bagi kelompok usaha penyulingan minyak cengkeh “Rejo Tumetes” yang terdapat di desa setempat. Salah satu program yang di danai oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan tinggi (Kemenristekdikti) tersebut di ketuai oleh Nur Ihda Farikhatin Nisa, salah satu Dosen di Universitas PGRI Madiun beserta dua anggotanya yang juga dosen yakni Dyan Hatining Ayu Sudarni dan Achmad Aminudin. “Tujuan kegiatan PKM ini salah satunya adalah untuk mensejahterakan masyarakat sekitar dengan perkembangan teknologi yang ada,” ujar Ihda.

Lebih lanjut, Ihda menjelaskan Tim PKM tersebut merupakan kolaborasi dari dua universitas di Kota Madiun yakni Universitas PGRI Madiun dan Politeknik Negeri Madiun. Pengabdian tersebut menyasar kelompok usaha penyulingan minyak cengkeh yang pada awal proses penyulingannya masih menggunakan kolam sebagai pendingin . Tim PKM kemudian menggantinya dengan alat kondensor sebagai pendingin uap hasil penyulingan minyak cengkeh. Kondensor tersebut juga dapat mempersingkat waktu penyulingan minyak cengkeh dan menghemat penggunaan air terlebih di musim kemarau. “Kalau biasanya proses penyulingan minyak cengkeh membutuhkan waktu 8-9 jam, dengan kondensor hanya membutuhkan waktu 6-7 jam,” jelasnya.

Selain pemasangan kondensor, Tim PKM juga membangun satu unit Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Keberadaan IPAL tersebut berfungsi untuk menampung limbah yang kemudian bisa dimanfaatkan lagi untuk proses penyulingan minyak cengkeh sehingga tidak mencemari lingkungan sekitar. IPAL tersebut dibangun setinggi 180 cm dengan diameter mencapai 153 cm.

Rata-rata kelompok usaha “Rejo Tumetes” mampu menyuling cengkeh hingga dua kali sehari. Dalam sekali penyulingan mampu menghasilkan 14-15 kg minyak cengkeh dari 6,5 kwintal daun cengkeh. Dengan adanya kondensor dan IPAL tentu lebih mempermudah dan menyingkat waktu penyulingan sehingga mampu menghemat tenaga. “Adanya perkembangan teknologi tersebut tentunya lebih mempermudah aktivitas penyulingan,” paparnya.

Tim PKM juga memberikan penyuluhan terkait penggunaan teknologi tepat guna tersebut kepada masyarakat sekitar, sehingga diharapkan keberlanjutan manfaat dari teknologi ini dapat diterapkan oleh kelompok usaha penyulingan yang lain di Desa Kare. “Sedikitnya terdapat 25 peserta yang mengikuti kegiatan tersebut,” terangnya.

Ihda berharap adanya tim PKM mampu membantu kelompok usaha penyulingan di Desa Kare dalam mengatasi kesulitan air saat kemarau. Selain itu juga mengenalkan masyarakat tentang teknologi tepat guna khususnya manfaat dan fungsi kondensor dan IPAL yang mampu meringkas waktu penyulingan minyak cengkeh. “Kami berharap keberadaan kami dan apa yang sudah kami lakukan benar-benar bermanfaat untuk masyarakat di Desa Kare,” pungkasnya. (afi/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close