Madiun

Penerapan Satu Arah Bukan Karepe Dewe

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun tak peduli suara sumbang. Buktinya, rencana penerapan satu arah di penggal Jalan Panglima Sudirman tetap berlanjut. Bahkan, dikebut. Dalam sebulan kajian konsultan ahli di ruas pertigaan Jalan dr Soetomo hingga perempatan Jalan Bali-Jalan Kenari itu harus tuntas. ‘’Akan dilihat kapasitas jalannya dulu. Kira-kira trouble-nya jam berapa. Sisi mana dan hari apa,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi Senin (9/9).

Maidi memang minta uji coba yang rencananya diberlakukan 6 September lalu dibatalkan. Ada beberapa alasan. Paling krusial kajian sebagai landasan penerapan one way kurang. Seharusnya kajian melibatkan konsultan ahli di bidangnya.’’Dasar penentuan harus jelas,’’ ujarnya.

Dia menyebut, pada jam-jam tertentu terjadi crowded seperti kemacatan. Persoalan itu harus diperinci dan diurai detail jam macet. Jika sudah mendapat hasil kajian ahli, kehumasan se-Kota Madiun akan didatangkan untuk berdiskusi lagi. ‘’Selain itu, LSM kami datangkan, pers juga, mengkaji bareng. Jika semua menyetujui, itu sudah dari ahlinya. Juga bukan karepe dewe,’’ papar Maidi.

Jika hasil kajian dan diujicobakan ternyata sukses, one way akan diterapkan. Maidi menegaskan dalam kajian itu semua harus paham. Ini bukan karena dinas perhubungan, bukan pula karena wali kota. ‘’Tapi, kajian ahli lalu lintas hasil memantau area tersebut selama 24 jam,’’ tuturnya.

Dia menilai hasil rapat forum lalu lintas angkutan jalan (LLAJ) akhir bulan lalu belum cukup untuk menentukan perubahan arus jadi one way. Jika jadi dilaksanakan, harus bisa mempresentasikan kepentingan semua pihak. ‘’Ketika sudah paham, baru diuji coba. Jika tidak ada masalah, dijalankan. Kalau ada orang ngomong macam-macam, lihat dulu seperti apa nanti pelaksanaannya,’’ jelasnya. (mgd/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button