Madiun

Penduduk Miskin Turun, Garis Kemiskinan Naik

MADIUN –  Upaya Pemkot Madiun mengentaskan kemiskinan membuahkan hasil. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun menunjukkan persentase kemiskinan di Kota Karismatik tahun 2018 turun hingga 0,45 persen. Bahkan, dalam persentase penduduk miskin se-Jawa Timur, Kota Madiun berada di urutan kedua setelah Kota Surabaya. ’’Ini pencapaian yang bagus, semoga pada 2019 Kota Madiun nomor satu,’’ kata Kepala BPS Kota Madiun Firman Bastian.

Kendati persentase penduduk miskin Kota Madiun turun, garis kemiskinan (GK) naik. Garis kemiskinan ini menjadi batasan seseorang dikatakan sebagai penduduk miskin atau tidak. Penghitungan GK ini berdasarkan survei sosial ekonomi nasional (susenas) yang dijadikan sebagai sumber data penghitungan kemiskinan. GK Kota Madiun 2018 naik menjadi Rp 446.525. ’’Itu adalah harga yang harus dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan dasar, kalau pengeluaran di bawah GK dikatakan miskin,’’ paparnya.

Dari data yang ada, Firman melihat fenomena menarik. Pasalnya, GK di Kota Madiun terhitung tinggi dibandingkan kota/kabupaten di Jawa Timur. Namun, persentase penduduk miskinnya menurun. Artinya, kendati pengeluaran yang dibutuhkan tinggi, namun mampu dipenuhi masyarakat. ’’Itu capaian luar biasa Pemkot Madiun. Coba saja dibandingkan GK Kota Mojokerto yang hanya 351 sekian, warga Kota Madiun tidak masuk kategori penduduk miskin,’’ terangnya.

Firman berharap program-program pengentasan kemiskinan yang banyak dilakukan Pemkot Madiun  tetap dijalankan. Sebab, program inilah yang andil dalam menurunkan persentase penduduk miskin secara signifikan. ’’Saya tidak bisa jabarkan program-programnya, saya yakin pemkot tahu apa yang harus dilakukan,’’ ujarnya.

Lanjut Firman, masyarakat Kota Madiun yang berada di kategori hampir miskin dekat dengan garis kemiskinan. Kelompok ini rentan turun  di klasifikasi miskin. Karena itu, perlu program yang tepat sasaran untuk mengentaskan kemiskinan. ’’Sedikit saja pengaruh ekonomi global bisa berdampak langsung terhadap kelompok yang rentan itu, karena dekat dengan GK Kota Madiun,’’ pungkasnya. (mg2/c1/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close