Madiun

Pendekar Waras Belum Di-Launching, THM Sudah Reopening

Pemandu Lagu dan Karyawan Wajib Rapid Test 14 Hari Sekali

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Syarat ketat operasional tempat hiburan malam (THM) dirasa berat. Pengusaha THM harus bekerja ekstra jika diharuskan me-rapid test pemandu lagu (PL) maupun karyawan.

Humas Paguyuban Tempat Hiburan Malam (Patahima) Madiun Brama Sandi menyebut dua poin aturan yang dirasa memberatkan. Selain rapid test, juga kewajiban mengisi form self assessment risiko Covid-19 bagi karyawan sehari sebelum masuk kerja. ‘’Sebenarnya syarat itu cukup memberatkan,’’ ungkapnya.

Meski berat, para pelaku usaha THM tak punya pilihan lain. Semuanya memahami konsekuensi jika memutuskan untuk beroperasi kembali (reopening) di masa pandemi. Protokol kesehatan menjadi syarat utama yang wajib dijalankan. ‘’Kami tetap berharap agar lekas diizinkan beroperasi. Biar ada pemasukan karena sudah lama menganggur,’’ ujarnya.

Pada sisi lain, pelaku usaha kecewa lantaran Penegak Disiplin Protokol Kesehatan Tangkal Korona Virus agar Warga Sehat (Pendekar Waras) yang dinantikan kabarnya, baru akan di-launching hari ini (17/7). Padahal, Pendekar Waras itulah yang menjadi garda depan pengecekan dan pengawasan yang bisa memberikan laporan untuk terbitnya rekomendasi keberlangsungan THM kembali beroperasi. ‘’Kok sampai sekarang Pendekar Waras belum di-launching. Padahal, sebelum buka usaha, infonya ada peninjauan dulu,’’ ungkapnya.

Meski demikian, petugas gabungan dari dinas kebudayaan, pariwisata, kepemudaan, dan olahraga (disbudparpora) dan Satpol PP Kota Madiun sudah terjun lapangan, Rabu malam (15/7). Beberapa THM terpantau telah beroperasi dan tidak sedikit pelanggan yang datang. Para pemandu lagu ada yang melayani di room maupun menanti pelanggan di ruang tunggu. ‘’Kami harapkan manajemen THM segera menerapkan protokol kesehatan,’’ tegas Wija, kasi Promosi dan Peningkatan Kapasitas Pariwisata Disbudparpora Kota Madiun.

Jubir TGTPP Covid-19 Kota Madiun Noor Aflah mengatakan, rapid test bagi PL dan karyawan setiap 14 hari sekali menjadi kewajiban yang tak bisa ditawar. Ketentuan itu merujuk SE Gubernur Jatim serta Keputusan Disbudparpora Jatim 556/199/118.5/2020 tentang Petunjuk Teknis Protokol Kesehatan di Lingkungan Usaha Pariwisata. ‘’Untuk pelaksanaan teknisnya masih kami koordinasikan. Apakah dilakukan secara mandiri atau dilakukan di faskes (fasilitas kesehatan, Red) yang telah ditunjuk,’’ katanya.

Aflah juga mengingatkan aturan dilarang merokok di ruang berdendang. Tempat duduk dan setiap titik di THM juga diwajibkan mengatur jarak aman. ‘’Jangan sampai ketika THM sudah diperbolehkan buka, dituduh sebagai penyebar korona,’’ ucapnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button