AdvertorialMadiun

Pendekar Obat Siap Ketuk Pintu Rumah Pasien

OBAT DATANG SAKIT HILANG

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pasien RSUD Kota Madiun tidak perlu mengantre untuk mendapatkan obat. Setelah pulang dari pemeriksaan, obat dijamin sampai rumah dengan aman.

Jumat (17/7) pemkot resmi meluncurkan Pendekar Obat. Kependekan dari pelayanan antar obat RSUD Kota Madiun. Layanan itu merupakan bentuk fasilitas terbaik pemerintah kepada masyarakat di bidang kesehatan. Layanan gratis ini dapat diakses seluruh pasien yang berdomisili di Kota Madiun.

Direktur RSUD Kota Madiun dr Agus Nurwahyudi menerangkan, Pendekar Obat sengaja disiapkan untuk efisiensi layanan. Terutama dalam mengurangi kontak antara pasien dengan petugas. Terobosan baru ini bukti kesiapan rumah sakit dalam menghadapi adaptasi kebiasaan baru (AKB). ‘’Pasien tidak perlu nunggu, cukup ngisi identitas,’’ katanya.

Pendekar Obat juga bukti kesiapan pelayanan antar obat agar tepat sasaran. Sistemnya, ketika Pendekar Obat sampai ke rumah pasien, kemudian difoto lalu dokumentasi tersebut dikirim ke apotek rumah sakit. Sehingga nantinya ada petugas yang memonitor. ‘‘Pendekar Obat mulai bertugas Senin depan (20/7),’’ ujarnya.

Pendekar Obat digawangi enam petugas yang ditunjuk khusus mengantarkan obat ke rumah pasien di Kota Madiun. Keenamnya disebartugaskan ke tiga kecamatan. Mereka dibekali sepeda motor dan jaket bertuliskan Pendekar Obat. Sebelumnya layanan itu telah digunakan rumah sakit melalui aplikasi Halodoc. ‘’Setelah kami evaluasi dari segi pembiayaan, lebih ringan jika dikelola sendiri,’’ ungkapnya.

Estimasi tugas satu petugas dapat melayani pengantaran bagi 25 pasien. Berkaca pada penghitungan layanan antar obat sebelumnya, sehari dapat melayani 125-150 pasien. Diharapkan terobosan ini kian memudahkan masyarakat dalam mendapatkan fasilitas kesehatan. ‘’Safety, hemat biaya, efisien, dan menciptakan lapangan pekerjaan,’’ terangnya.

Pendekar Obat di-launching Wali Kota Maidi bersama forkopimda, TNI/Polri, dan tokoh masyarakat. Sebanyak 150 undangan yang hadir menerapkan protokol kesehatan ketat. Mulai duduk berjarak, cuci tangan, bermasker, hingga konsumsi yang langsung diantarkan ke setiap tempat duduk untuk menghindari kerumunan. ‘’Resep tidak diberikan kepada yang sakit, tapi langsung masuk ke apotek. Orangnya belum sampai rumah, tapi obat sudah sampai rumah diantar Pendekar Obat. Ini luar biasa. Tombo teko loro lungo (obat datang sakit hilang, Red),’’ kata Maidi.

Maidi juga mengapresiasi RSUD Kota Madiun yang berhasil menciptakan lingkungan nyaman, indah, dan asri. Jauh dari kesan ’’seram’’ yang kerap diidentikkan dengan rumah sakit. ‘’Enam bulan, rumah sakit sudah berhasil menunjukkan banyak perubahan. Tidak hanya fisik, tapi juga manajemen,’’ ungkapnya. (kid/c1/fin/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close