Madiun

Pendataan BPJS Ketenagakerjaan sampai 15 Agustus

Bantuan Gaji Harus Disaring Lagi

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Bantuan gaji bagi karyawan berpenghasilan di bawah Rp 5 juta memasuki tahap pendataan. Proses itu berada di kewenangan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Ditargetkan pendataan itu berakhir 15 Agustus mendatang.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Madiun Tito Hartono menerangkan, bantuan tersebut merupakan stimulus dari pemerintah dalam rangka pemulihan dampak pandemi Covid-19. Pemerintah memercayakan BPJS Ketenagakerjaan untuk pendataan awal calon penerima bantuan tersebut. ‘’Kami dipercaya untuk melakukan pendataan,’’ kata Tito.

Namun, tidak semua pekerja dapat menerima bantuan tersebut. Syaratnya hanya diberikan kepada warga negara Indonesia (WNI), karyawan yang berpenghasilan di bawah Rp 5 juta, serta pekerja aktif yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan segmen penerima upah dengan iuran Rp 150 ribu per bulan. Selain itu, berstatus pekerja non-PNS dan nonkaryawan BUMN. ‘’Bukan untuk PNS dan karyawan BUMN,’’ paparnya.

Tercatat sedikitnya 44 ribuan peserta BPJS Ketenagakerjaan di wilayah kerjanya. Dari total itu, menurut Tito, tidak seluruhnya diusulkan. Sebab, data tersebut merupakan data global yang di dalamnya berasal dari BUMN. ‘’Kami harus saring lagi karena total tersebut masih global dan masih ada yang dari BUMN,’’ ungkapnya.

Saat ini pihaknya masih menghimpun data penerima manfaat jumlah pekerja yang masuk kategori penerima bantuan stimulus gaji dari pemerintah. Pun pihaknya meminta masing-masing perusahaan segera menyetorkan nama karyawan serta nomor rekening penerima bantuan. ‘’Kami diberikan waktu sampai tanggal 15 Agustus, data-data itu harus sudah kami himpun,’’ ujarnya.

Dalam proses pendataan, pihaknya membuka dua metode. Pertama, melalui aplikasi Sistem Informasi Pelaporan Peserta (SIPP) yang dapat diakses secara online oleh perusahaan selama 24 jam nonstop. Metode kedua, yakni manual. Perusahaan menyetorkan data nama peserta aktif serta nomor rekening di template yang telah disediakan. ‘’Dua metode itu dapat ditempuh perusahaan untuk melakukan proses pendataan,’’ urainya.

Dia menambahkan, proses pendataan tersebut berjalan paralel. Artinya, seiring dan sejalan bersamaan dengan proses pemerintah pusat melakukan pengkajian terhadap skema serta petunjuk teknis dan pelaksanaan. Sehingga, ketika regulasi itu siap, lanjut Tito, data calon penerima manfaat telah siap. ‘’Data siap, regulasi siap, dapat segera diterimakan ke penerima manfaat,’’ ucapnya.

Setelah seluruh data masuk, proses selanjutnya validasi dan finalisasi. Tahapan finalisasi itu menjadi kewenangan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). Jika telah fix, rencananya bantuan gaji sebesar Rp 600 ribu langsung dikirimkan ke nomor rekening masing-masing penerima. Selama empat bulan dan diberikan dalam dua termin. Sehingga total bantuan yang diterimakan sebesar Rp 2,4 juta. ‘’Nantinya semua proses kemanfaatan bantuan stimulus subsidi gaji masyarakat pekerja peserta BPJS Ketenagakerjaan ini semuanya ditransfer ke rekening peserta,’’ ungkapnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close