Madiun

Pendamping Bansos Pangan Indisipliner

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Ketidakdisiplinan menjadi alasan pemberhentian delapan pendamping bantuan sosial (bansos) pangan periode 2020 Kabupaten Madiun. Tindakan itu dianggap tidak mendukung pelaksanaan program Kementerian Sosial (Kemensos). ‘’Buat apa kami mempertahankan orang yang tidak memiliki keseriusan menjalankan tugas,’’ kata Kepala Dinsos Kabupaten Madiun Anang Kusuma Kamis (1/10).

Anang menyebut, salah satu bentuk indisipliner itu tidak bersedia menandatangani pakta integritas. Surat itu sebagai jaminan banyak hal. Mulai bersedia menjalankan tugas, mendukung kelancaran program pemkab, hingga jujur dan profesional memberikan pelayanan. ‘’Kami tanyakan alasan tidak ingin tanda tangan. Tapi, mereka tidak menjawab. Jadi, kami berpikir tidak ingin lagi bekerja sama,’’ terangnya.

Dinsos lantas menyampaikan persoalan itu ke Kemensos. ‘’Kami hanya evaluasi dan melaporkan. Wewenang rekrutmen dan pemberhentian sepenuhnya di Kemensos,’’ lanjut Anang sembari menyebut undangan tiga kali mediasi diabaikan.

Dia menyebut, pendamping bansos pangan baru diambil dari tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK). Mereka dipandang berpengalaman dan kompeten. ‘’SK (surat keputusan, Red) dari Kemensos,’’ pungkasnya. (mg4/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close