Magetan

Pendaki Lawu Meninggal di Pos II

Laki-Laki Asal Wonogiri, Penyebab Belum Diketahui 

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Seorang pendaki puncak Lawu via jalur Cemoro Sewu meninggal Minggu (23/8). Yakni, Sena Angga Adi Sanjaya, 26, warga Wonoharjo, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. ‘’Meninggal dunia di Pos II,’’ kata Kapolsek Plaosan AKP Muhammad Munir.

Sesuai data di Pos Induk Cemoro Sewu, Angga cs muncak Sabtu (22/8) sekitar pukul 17.30.  Sebelum mencapai Pos II, Angga mengeluh kedinginan. Rombongan pun mendirikan tenda di Pos II untuk istirahat sekitar pukul 02.00, Minggu (23/8). Beberapa pendaki coba memberi pertolongan. Sekitar pukul 03.00 dua kawannya turun ke Pos Induk Cemoro Sewu untuk minta bantuan. ‘’Saat itu kondisinya sudah kritis,’’ jelasnya.

Ketika petugas berangkat menjemput, Angga sudah tak tertolong. Aparat kepolisian juga melakukan identifikasi. Mereka berangkat sekitar pukul 06.00 kemarin. Sampai di lokasi, petugas kesehatan dan kepolisian mengidentifikasi jenazah mengenakan APD lengkap. ‘’Tidak ada kejanggalan di tubuh jenazah,’’ ungkap kapolsek.

Jenazah dievakuasi dengan ambulans tim relawan sekitar pukul 13.00. Pun langsung dibawa pulang keluarganya. Munir tidak bisa memastikan penyebab kematian Angga. Juga tak diketahui riwayat penyakit yang diderita.

Karena proses evakuasi dan identifikasi memakan waktu sekitar enam jam, jalur pendakian ditutup sementara. Tujuannya, mensterilkan jalur evakuasi. Sebab, evakuasi menggunakan kendaraan roda empat hingga mendekati Pos I. ‘’Ini untuk memperlancar kerja petugas,’’ sebutnya.

Asisten Perhutani KPH Lawu Ds Marwoto akan melakukan evaluasi atas kejadian ini. Selama ini, pihaknya dan relawan Paguyuban Giri Lawu (PGL) selalu mengimbau pendaki menjaga kesehatan dan menghindarkan diri dari kelelahan dan hipotermia. ‘’Salah satunya, pendaki yang memakai celana jins harus ganti dulu,’’ katanya.

Marwoto mengingatkan jalur pendakian puncak Lawu tidak mudah. Pun suhu udara lebih dingin. Meski saat ini cuaca bagus, namun bisa berubah sewaktu-waktu. Sehingga, kondisi fisik harus benar-benar fit. ‘’Khususnya yang memiliki riwayat penyakit jantung,’’ tuturnya. (fat/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button