Madiun

Pendaki Lawu Dilarang Pakai Celana Jins

MAGETAN, Jawa Pos  Radar Magetan – Pihak pengelola jalur pendakian puncak Lawu via Cemoro Sewu tidak memberlakukan pembatasan usia. Namun, tetap ada syaratnya. Bagi pendaki usia di bawah 17 tahun, harus sehat dan didampingi orang yang berpengalaman. Khususnya, bagi pendaki pemula. Harus tahu teori di pegunungan. ‘’Kami juga membatasi jumlah pendaki. Maksimal 500 orang,’’ kata Miko Wicaksono, ketua Paguyuban Giri Lawu (PGL).

Pihaknya pun sepakat dengan Perhutani, melarang pendaki mengenakan celana jins. Sebab, bahan jins berat, berpori lebar, dan mudah basah. ‘’Sehingga, mempermudah hipotermia dan kelelahan,’’ terangnya.

Dalam sepekan ini enam laporan pendaki cedera diterima PGL. Ada yang pingsan, cedera berat, hingga tak kuat jalan. Semua harus mendapat pertolongan tim SAR. Untuk meminimalkan pendaki cedera, pihaknya pun memperketat peraturan. ‘’Yang pakai celana jins tidak boleh naik meski sehat,’’ tegasnya.

Pihaknya juga menambahkan pengetahuan bagi para pendaki pemula. Yakni, lewat briefing sebelum naik. Terutama cara melakukan pertolongan pertama. Pun disarankan mengajak pemandu. ‘’Agar kejadian seperti di Geger Boyo beberapa waktu lalu bisa diminimalkan,’’ tuturnya.

Pendaki disarankan memakai bahan semiparasit atau celana kain biasa. Selain mudah kering, cenderung hangat. Sehingga, nyaman dipakai saat mendaki gunung. Pihaknya juga menyiagakan personel jika sewaktu-waktu pendaki butuh pertolongan. ‘’Setidaknya ada dua orang dari kami yang selalu siaga,’’ ujarnya. (fat/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close