Magetan

Pencurian Air Ancam Lahan Pertanian Warga

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Kasus pengambilan air ilegal yang bisa mengancam kebutuhan pengairan sawah petani masih saja terjadi. Modusnya, ’’memotong’’ air dari saluran irigasi menggunakan pompa untuk dialirkan ke lahan tertentu. ”Misalnya, kalau di wilayah atas di Ngluweng. Sedangkan agak bawah di Sambirobyong dan Ringinagung,” kata Kabid SDA DPUPR Magetan Yuli Karyawan Iswahjudi Senin (13/7).

Yuli menyebut, pengambilan air ilegal itu bisa menggerus debit hingga 100 liter per detik. Pun, beberapa waktu lalu sempat menuai protes sejumlah petani. ‘’Jika terus-terusan terjadi, beberapa lahan pertanian dapat terancam gagal panen,’’ ujarnya.

Kepala Satpol PP dan Damkar Chanif Tri Wahyudi mengaku sejauh ini belum mendapatkan laporan dari dinas terkait seputar pengambilan air ilegal tersebut. ‘’Tapi, kami tetap akan cek ke lapangan, apakah benar ada yang melakukan pengambilan air tanpa izin,” katanya.

Menurut dia, tindakan pencurian air bisa memicu ketegangan antarwarga. Terutama kelak saat memasuki musim kemarau. ‘’Permasalahan air tidak bisa dianggap remeh,” tutur Chanif. (fat/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close