Ponorogo

Pencegahan Korona Tiada Arti tanpa Kepatuhan Masyarakat

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Satgas Covid-19 terus berjuang membentengi permukiman agar tidak terpapar virus korona. Disinfeksi lingkungan rutin dilakukan agar penularan dari luar daerah (imported case) tidak berbiak menjadi transmisi lokal. Seperti yang dilakukan di Kertosari, Babadan, Rabu (1/7). ”Kami terus meminimalkan potensi penyebaran di wilayah sekitar warga yang positif terpapar korona,’’ kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo Imam Basori.

Di Kertosari, petugas BPBD melakukan disinfeksi menggunakan kendaraan kecil. Untuk memudahkan akses keluar-masuk jalan sempit. Dua slang besar digunakan untuk membasahi jalan dan lingkungan tempat tinggal warga menggunakan cairan disinfektan. Cara itu dipandang cukup efektif. ”Langkah ini harus didukung oleh upaya-upaya lain dari masyarakat,’’ ujarnya.

Disinfeksi, tegas Imam, tidak ada artinya jika tak diikuti kepatuhan masyarakat menerapkan protokol pencegahan Covid-19. Terutama dalam beraktivitas di luar rumah. Masyarakat tetap diwajibkan memakai masker dan jaga jarak. Juga, sebisa mungkin mengurangi kerumunan dan sering cuci tangan. ”Uji coba normal baru diterapkan untuk membiasakan kepatuhan protokol pencegahan. Bukan sebaliknya, malah membuat masyarakat semakin santai dalam menghadapi pandemi ini,’’ tuturnya. (naz/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close