Magetan

Pencarian Perempuan Tenggelam di Bengawan Ngujur

Terganggu Air Keruh dan Bambu

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Upaya pencarian perempuan yang tenggelam di Bengawan Ngujur, Desa Goranggareng Taji, Nguntoronadi, Magetan, menguras energi dan waktu. Tidak kurang 143 petugas gabungan dikerahkan di hari kedua pencarian Rabu (22/7).

Selain personel badan penanggulangan bencana daerah (BPBD), juga mendatangkan Sub Den C Satbrimob Polda Jatim Madiun hingga Basarnas Trenggalek. Memakan waktu sekitar sembilan jam sejak pencarian dimulai pukul 08.00. Namun, Purwati, warga Desa Karangrejo, Kawedanan, yang diduga bunuh diri Selasa (21/7) itu belum ditemukan. ‘’Kami sudah menyelam dan manuver dengan perahu karet,’’ kata Dantim Ops SAR Basarnas Trenggalek Dyan Susetyo Wibowo.

Pencarian dimulai dengan menurunkan para penyelam. Mereka bergantian menyelam hingga ke dasar sungai sedalam tujuh meter itu. Lokasinya di titik pelaku tercebur. Di saat bersamaan, sejumlah petugas juga menyisir daratan di sepanjang aliran sungai. Namun, dua upaya tersebut nihil hasil.

Empat perahu karet lantas diturunkan sekitar pukul 11.30. Selain menyisir sungai, juga membuat ombak. Manuver itu diharapkan bisa membuat tubuh Purwati naik ke permukaan. ‘’Kami hentikan pukul 17.00. Pencarian tidak memungkinkan saat malam,’’ ujarnya.

Dyan mengatakan, pencarian terkendala air sungai yang keruh. Jarak pandang penyelam menjadi terbatas. Selain itu, banyak rerimbun bambu yang mengganggu. Pihaknya menduga Purwati belum hanyut terlalu jauh. Sebab sungai tidak memiliki arus bawah. ‘’Kemungkinan tersangkut ranting bambu yang tajam,’’ katanya.

Upaya pencarian bakal dilanjutkan hari ini. Metode yang dilakukan masih sama. Namun, sasarannya digeser ke area yang penuh ranting bambu dan bebatuan. ‘’Ada kemungkinan juga tersangkut di fondasi jembatan yang terkikis air,’’ pungkasnya. (fat/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close