AdvertorialMadiun

Penanggulangan Bencana Urusan Bersama

Target Mempercepat Pembentukan Destana

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Banjir besar Maret 2019 membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun berbenah. Organisasi perangkat daerah (OPD) itu berinovasi terhadap kewaspadaan, penanganan, dan pemulihan pascabencana. ‘’Tidak boleh terjadi lagi kurang tangkas dan tanggap menangani bencana. Karena kaitannya dengan nyawa warga,’’ kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Madiun Muhamad Zahrowi.

Zahrowi menuturkan, tanggap dan tangkas penanganan bencana itu sebuah keharusan. Apalagi, lembaganya termasuk pengampu visi dan misi nomor satu Bupati Madiun Ahmad Dawami dan Wakil Bupati Hari Wuryanto, yakni aman. Di sisi lain, kabupaten ini potensi tinggi terjadi bencana alam. Selain banjir, ada longsor, puting beliung, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla). ‘’Belum lagi kami menangani bencana nonalam seperti wabah penyakit Covid-19 dan konflik sosial,’’ ujarnya.

Di awal menjabat kalaksa akhir 2019, Zahrowi menggelar apel kesiapsiagaan dengan unsur pentahelix. Meliputi pemerintah, masyarakat, akademisi, pengusaha, dan media massa. Kegiatan tersebut untuk menyamakan persepsi bahwa kebencanaan urusan bersama. ‘’Masih banyak yang menganggap bencana itu urusannya BPBD,’’ ucap mantan camat Dagangan tersebut.

Pasca-apel kesiapsiagaan, lanjut Zahrowi, persepsi bencana urusan BPBD perlahan mulai terkikis. Mitigasi bencana di tingkat desa semakin kuat. Komunikasi antar-organisasi perangkat daerah (OPD) berjalan baik. Misalnya, normalisasi anak Sungai Jeroan yang menjadi leading sector dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR). ‘’Kalau hujan, genangan air cepat surut. Genangan itu karena antrean di pintu 12,’’ ungkapnya.

Zahrowi memasang target percepatan pembentukan desa tanggap bencana (destana). Pihaknya bakal berkoordinasi dengan dinas pemberdayaan masyarakat dan desa (DPMD) untuk mewujudkannya. ‘’Ketika destana dihidupkan, semakin banyak warga yang paham dan mandiri saat menghadapi bencana,’’ terangnya.

BPBD juga memaksimalkan kecanggihan teknologi dalam penanggulangan bencana. Dalam waktu dekat, me-launching zero risk. Aplikasi itu media pelaporan kejadian bencana secara real time. Sehingga tracing dan pengambilan tindakan bisa dipercepat. ‘’Kami berterima kasih kepada bupati dan wabup yang memberikan keleluasaan dan kepercayaan untuk berinovasi,’’ tuturnya.

Zahrowi berharap masyarakat bisa turut serta mengantisipasi terjadinya bencana. Seperti, menghilangkan kebiasaan buang sampah di sungai. Juga menghindari bakar sampah di situasi dan lingkungan yang tidak mendukung. ‘’Di sisi lain, kami juga akan meningkatkan mitigasi berupa regulasi dan sarana serta prasarana (sarpras),’’ pungkasnya. (den/c1/cor/ip)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close